Di hadapan masyarakat, Bupati Zukri menegaskan ambisinya menjadikan Kabupaten Pelalawan sebagai salah satu sentra penghasil nira dan gula aren terbaik di Indonesia.
"Lima tahun ke depan kita ingin menjadikan Pelalawan sebagai penghasil nira dan gula aren terbaik. Pohon aren bisa menghasilkan nilai ekonomi, meningkatkan pendapatan masyarakat dan pada akhirnya berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD)," ujar Zukri dalam berbagai kesempatan.
Namun di tengah optimisme tersebut, muncul pertanyaan publik mengenai arah pembangunan daerah dan keberlanjutan sejumlah program yang pernah diluncurkan sebelumnya. Sebab, sebelum program aren menjadi prioritas, masyarakat juga pernah diperkenalkan dengan berbagai program ekonomi kerakyatan lainnya, termasuk budidaya daun kelor yang saat itu disebut-sebut memiliki prospek besar bagi peningkatan ekonomi masyarakat.
Kini, sebagian masyarakat mempertanyakan sejauh mana hasil konkret dari program-program tersebut terhadap peningkatan kesejahteraan warga.
Antara Visi Jangka Panjang dan Tuntutan Hasil Nyata
Secara konsep, pengembangan aren memiliki nilai strategis. Selain menghasilkan gula aren dan nira, tanaman ini dikenal ramah lingkungan, mampu menjaga cadangan air tanah, serta memiliki nilai ekonomi berkelanjutan.
Namun tantangan terbesar program ini terletak pada waktu produksi yang relatif panjang. Pohon aren umumnya baru menghasilkan secara optimal setelah memasuki usia produktif beberapa tahun sejak ditanam.
Artinya, manfaat ekonomi yang dijanjikan tidak dapat dirasakan dalam waktu singkat.
Di sisi lain, masyarakat juga menunggu evaluasi terhadap program-program yang telah berjalan pada periode pertama kepemimpinan Zukri, termasuk realisasi target peningkatan ekonomi masyarakat, penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, pembangunan infrastruktur desa, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Janji Politik Perlu Diukur dengan Indikator yang Jelas
Dalam konteks pemerintahan daerah, keberhasilan sebuah program tidak cukup hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam atau kegiatan seremonial yang dilaksanakan. Publik membutuhkan indikator yang lebih konkret, seperti:
- Berapa jumlah petani yang memperoleh manfaat langsung?
- Berapa peningkatan pendapatan masyarakat dari program tersebut?
- Seberapa besar kontribusinya terhadap PAD daerah?
- Berapa luas lahan yang berhasil dikembangkan?
- Bagaimana keberlanjutan pendampingan pascatanam?
Beberapa literasi dari pengamat kebijakan publik/ekonomi yang menilai logika yang sama bahwa program aren berpotensi menjadi investasi ekonomi jangka panjang apabila dibarengi dengan perencanaan yang matang, dukungan pasar, hilirisasi produk, serta keterlibatan masyarakat secara luas bisa diterapkan ke komoditas aren: Anggota Ombudsman RI, Dr. Hery Susanto, dalam FGD Ombudsman RI "Pengawasan Program Pengembangan Investasi dan Hilirisasi Nasional" 2025, beliau menegaskan: “Untuk mengawal keberhasilan proses pembangunan hilirisasi dan industri berbasis sumber daya alam dalam meningkatkan nilai tambah dalam negeri maka terdapat 2 sasaran: peningkatan nilai tambah, produktivitas dan daya saing industri pengolahan”.
Tantangan Realisasi dan Keberlanjutan Program
Program pengembangan tanaman aren yang menjadi bagian dari gerakan Pelalawan Sejuk mulai menjadi perhatian publik seiring komitmen Pemerintah Kabupaten Pelalawan menjadikan daerah tersebut sebagai sentra penghasil nira dan gula aren di masa mendatang.
Program yang digagas Pemerintah Kabupaten Pelalawan itu dinilai memiliki sejumlah keunggulan, baik dari aspek lingkungan maupun ekonomi. Namun demikian, keberhasilan program tersebut juga menghadapi sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi sejak dini agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Berdasarkan analisis terhadap program tersebut, pengembangan tanaman aren memiliki kekuatan utama pada kemampuannya mendukung penghijauan dan konservasi lingkungan. Selain itu, aren merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk turunan, seperti gula aren, gula semut, hingga produk pangan lainnya.
Program ini juga dinilai sejalan dengan konsep ekonomi hijau yang saat ini menjadi salah satu arah pembangunan berkelanjutan di berbagai daerah.
Di sisi lain, sejumlah kelemahan juga menjadi perhatian. Tanaman aren membutuhkan waktu yang relatif panjang untuk mencapai masa produktif sehingga manfaat ekonomi tidak dapat dirasakan secara instan oleh masyarakat. Program ini juga membutuhkan pendampingan berkelanjutan, dukungan permodalan, serta kepastian pasar agar mampu berkembang secara optimal.
Hingga saat ini, kontribusi langsung program tersebut terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga masih belum dapat diukur karena sebagian besar tanaman yang ditanam belum memasuki fase produksi.
Meski demikian, peluang pengembangan komoditas aren dinilai cukup menjanjikan. Permintaan gula aren di pasar nasional terus mengalami peningkatan, bahkan beberapa produk turunannya memiliki peluang untuk menembus pasar ekspor.
Jika dikelola secara serius, aren berpotensi menjadi identitas ekonomi baru Kabupaten Pelalawan sekaligus mendukung agenda ketahanan pangan, konservasi lingkungan, dan pengembangan energi hijau.
Namun sejumlah ancaman juga perlu diwaspadai. Pergantian prioritas kebijakan pemerintahan pada masa mendatang dapat mempengaruhi keberlanjutan program. Selain itu, fluktuasi harga komoditas dan ketidakpastian pasar berpotensi mengurangi minat petani untuk mengembangkan tanaman aren.
Tantangan lainnya adalah masih minimnya industri hilirisasi di daerah yang mampu menyerap hasil produksi masyarakat. Tanpa dukungan industri pengolahan yang memadai, nilai tambah ekonomi dari komoditas aren berisiko tidak maksimal.
Pengamat pembangunan daerah menilai keberhasilan Program Pelalawan Sejuk tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah membangun ekosistem ekonomi yang terintegrasi, mulai dari budidaya, pengolahan, pemasaran hingga jaminan keberlanjutan program.
Dengan berbagai potensi dan tantangan yang ada, program aren di Pelalawan kini menjadi salah satu proyek pembangunan jangka panjang yang akan menjadi tolok ukur keberhasilan pemerintah daerah dalam menggabungkan agenda pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Kunci keberhasilan bukan hanya menanam pohon aren, tetapi memastikan pohon tersebut tumbuh, berproduksi, memiliki pasar, dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan," demikian salah satu catatan yang mengemuka dalam evaluasi program tersebut.
Catatan untuk Periode Kedua
Memasuki periode kedua kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Husni Tamrin, masyarakat tentu memiliki ekspektasi yang lebih tinggi dibanding periode pertama. Fokus publik kini tidak
lagi hanya pada peluncuran program baru, melainkan pada capaian nyata yang dapat diukur dan dirasakan langsung.
Program Pelalawan Sejuk dan pengembangan aren dapat menjadi warisan pembangunan yang bernilai apabila berhasil menciptakan ekosistem ekonomi baru bagi masyarakat. Namun sebaliknya, apabila tidak disertai roadmap yang jelas, program tersebut berisiko dipersepsikan sebagai proyek jangka pendek yang sulit memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan rakyat.
"Program aren yang digagas Bupati Zukri dapat menjadi investasi masa depan Pelalawan. Namun bagi masyarakat, ukuran keberhasilan bukan terletak pada berapa banyak bibit yang ditanam, melainkan berapa banyak kesejahteraan yang benar-benar tumbuh dari akar program tersebut."
Tulis Komentar