<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://gardapos.com/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://gardapos.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>Presiden Prabowo Luncurkan KDKMP dari Jakarta, Danrem 132/Tdl Tegaskan Komitmen Bangun Daerah hingga Pelosok</title><link>https://gardapos.com/read/detail/3469/presiden-prabowo-luncurkan-kdkmp-dari-jakarta-danrem-132tdl-tegaskan-komitmen-bangun-daerah-hingga-pelosok</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;GARDAPOS.COM, DESA LOLU&lt;/strong&gt; — Semangat pembangunan dan kebersamaan terasa kuat di Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sabtu (16/5/2026), saat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin langsung Launching Pembukaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui video conference (vicon).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut turut dihadiri Danrem 132/Tadulako, Suntara Wisnu Budi Hidayanta, bersama Pangdam XXIII/Palaka Wira Jonathan Binsar P. Sianipar, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta warga yang hadir dengan antusias mengikuti jalannya kegiatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Launching KDKMP dinilai menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI&#45;Polri, dan seluruh elemen masyarakat untuk mempercepat pembangunan wilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah&#45;daerah yang masih membutuhkan perhatian pembangunan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kesempatan tersebut, Danrem 132/Tdl menegaskan dukungannya terhadap berbagai program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan penguatan ketahanan wilayah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen bangsa menjadi kunci penting dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pelosok daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam arahannya melalui vicon menekankan pentingnya menjaga persatuan dan semangat gotong royong dalam membangun Indonesia. Kepala Negara juga mengajak seluruh komponen bangsa untuk terus bersinergi demi mewujudkan pembangunan nasional yang merata dan berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suasana kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Antusiasme masyarakat yang memadati lokasi acara menjadi gambaran besarnya harapan warga terhadap keberlanjutan program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di daerah. (*/gp1)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gardapos.com/assets/berita/original/27305004213-img-20260516-wa0012.jpg"/><pubDate>Sat, 16 May 2026 15:47:24 +0700</pubDate><guid>https://gardapos.com/read/detail/3469/presiden-prabowo-luncurkan-kdkmp-dari-jakarta-danrem-132tdl-tegaskan-komitmen-bangun-daerah-hingga-pelosok</guid></item><item><title>Senyum dari Pegunungan Papua: Satgas Yonif 521/DY Hadirkan Pelayanan Gratis untuk Warga Kobakma</title><link>https://gardapos.com/read/detail/3468/senyum-dari-pegunungan-papua-satgas-yonif-521dy-hadirkan-pelayanan-gratis-untuk-warga-kobakma</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;GARDAPOS.COM&lt;/strong&gt;, Distrik Kobakma — Suasana hangat dan penuh rasa kekeluargaan terasa di sejumlah kampung di Distrik Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, Sabtu (16/5/2026). Di tengah keterbatasan akses layanan kesehatan, kehadiran Satgas Yonif 521/DY membawa harapan baru bagi masyarakat melalui pelayanan kesehatan gratis dan komunikasi sosial bersama warga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejak pagi, personel Satgas Yonif 521/DY mendatangi warga secara langsung untuk memberikan pemeriksaan kesehatan, pengecekan kondisi tubuh, hingga pembagian obat&#45;obatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Kehadiran prajurit TNI disambut antusias, terutama oleh anak&#45;anak dan para orang tua yang merasa terbantu dengan pelayanan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi masyarakat di wilayah pedalaman Papua Pegunungan, pelayanan kesehatan sederhana seperti pemeriksaan tekanan darah dan konsultasi kesehatan menjadi sesuatu yang sangat berarti. Tak sedikit warga yang rela berkumpul dan menunggu giliran demi mendapatkan pemeriksaan langsung dari personel kesehatan Satgas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Komandan Satgas Yonif 521/DY, Rahadyan Surya Murdata, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk nyata pengabdian TNI kepada masyarakat Papua Pegunungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“&lt;i&gt;Melalui kegiatan pelayanan gratis ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mempererat hubungan kekeluargaan antara prajurit TNI dan warga Distrik Kobakma&lt;/i&gt;,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di balik kegiatan itu, terselip banyak cerita haru dari masyarakat. Salah satunya disampaikan oleh Ibu Eni Endambia yang mengaku bersyukur atas pelayanan kesehatan yang diberikan Satgas Yonif 521/DY. Ia merasa terbantu karena dapat memeriksakan kondisi kesehatannya secara langsung tanpa harus menempuh perjalanan jauh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Terima kasih kepada bapak&#45;bapak TNI yang sudah datang membantu kami. Kami merasa diperhatikan,” ungkapnya dengan penuh haru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kebersamaan. Senyum warga dan sapaan hangat anak&#45;anak menjadi gambaran kedekatan yang terjalin antara Satgas Yonif 521/DY dan masyarakat setempat.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://gardapos.com/assets/foto/0c0eec9166012d6182d6ac01c285bdd0.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Melalui kegiatan humanis seperti ini, Satgas Yonif 521/DY terus berupaya menghadirkan rasa aman, kepedulian, dan semangat persaudaraan di tengah masyarakat Papua Pegunungan. Bukan sekadar menjalankan tugas pengamanan wilayah, kehadiran prajurit TNI diharapkan juga mampu menjadi sumber harapan bagi warga di pelosok negeri.(*/gp1)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gardapos.com/assets/berita/original/34942548548-img-20260516-wa0009.jpg"/><pubDate>Sat, 16 May 2026 11:35:45 +0700</pubDate><guid>https://gardapos.com/read/detail/3468/senyum-dari-pegunungan-papua-satgas-yonif-521dy-hadirkan-pelayanan-gratis-untuk-warga-kobakma</guid></item><item><title>Di Tengah Areal Kebun Sawit PT ADEI, Polisi Kawal Harapan Pangan: Jagung Pipil Tumbuh Subur di Desa Telayap</title><link>https://gardapos.com/read/detail/3467/di-tengah-areal-kebun-sawit-pt-adei-polisi-kawal-harapan-pangan-jagung-pipil-tumbuh-subur-di-desa-telayap</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;GARDAPOS.COM, PELALAWAN&lt;/strong&gt; — Hamparan hijau tanaman jagung tampak tumbuh rapi di tengah areal HGU PT Adei, Desa Telayap, Kecamatan Pelalawan, Kamis (14/5/2026) siang. Di bawah terik matahari, seorang anggota Bhabinkamtibmas terlihat menyusuri lahan sambil memeriksa kondisi tanaman yang tengah memasuki masa pemupukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia adalah BRIPKA Rusdi, Bhabinkamtibmas Desa Telayap yang turun langsung melakukan monitoring lahan ketahanan pangan seluas satu hektare sebagai bagian dari program swasembada pangan nasional tahun 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di kawasan yang selama ini identik dengan perkebunan sawit itu, lahan jagung pipil mulai menghadirkan harapan baru bagi ketahanan pangan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tanaman jagung yang ditanam di lokasi tersebut terpantau tumbuh subur dan dalam kondisi perawatan yang baik. Proses pemupukan dilakukan untuk menjaga kualitas pertumbuhan agar hasil panen nantinya sesuai target produksi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi jajaran kepolisian di wilayah Pelalawan, pengawasan lahan pangan bukan sekadar kegiatan seremonial. Kehadiran polisi di tengah lahan pertanian disebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya menjaga ketersediaan pangan di daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kasubsektor Pelalawan, Fernando Purba, mengatakan pihaknya terus melakukan pendampingan agar program ketahanan pangan berjalan optimal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami turun langsung untuk memastikan lahan ketahanan pangan di wilayah kami terawat dengan baik. Kehadiran Bhabinkamtibmas merupakan bentuk dukungan Polri agar program ini benar&#45;benar berhasil dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, sinergi antara kepolisian, perusahaan (PT ADEI), dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Monitoring rutin juga dilakukan untuk memastikan setiap kendala di lapangan dapat segera ditangani, mulai dari perawatan tanaman hingga kesiapan produksi menjelang masa panen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di Desa Telayap, program ketahanan pangan kini bukan hanya soal menanam jagung. Lebih dari itu, program tersebut menjadi simbol kolaborasi antara aparat, perusahaan, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pangan di masa depan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sore itu, aktivitas monitoring berakhir sekitar pukul 15.00 WIB dalam situasi aman dan kondusif. Namun di balik kegiatan sederhana tersebut, tersimpan harapan besar agar lahan&#45;lahan pangan yang mulai tumbuh di Pelalawan dapat menjadi penopang kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. (*/gp1)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gardapos.com/assets/berita/original/85680010558-img-20260515-wa0010.jpg"/><pubDate>Fri, 15 May 2026 17:50:30 +0700</pubDate><guid>https://gardapos.com/read/detail/3467/di-tengah-areal-kebun-sawit-pt-adei-polisi-kawal-harapan-pangan-jagung-pipil-tumbuh-subur-di-desa-telayap</guid></item><item><title>Lahan Sudah Dikuasai Negara, Buah Sawit Diduga Masih Dipanen: Publik Desak Polda Riau dan Kajati Bongkar Mafia Eks PT CAS</title><link>https://gardapos.com/read/detail/3466/lahan-sudah-dikuasai-negara-buah-sawit-diduga-masih-dipanen-publik-desak-polda-riau-dan-kajati-bongkar-mafia-eks-pt-cas</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;GARDAPOS.COM, PELALAWAN&lt;/strong&gt; — Polemik lahan perkebunan sawit seluas 124,33 hektare di kawasan hutan eks PT CAS, Kabupaten Pelalawan, Riau, kian memanas. Meski lahan tersebut telah dipasangi plang penguasaan oleh negara melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), dugaan aktivitas ilegal di lokasi disebut masih terus berlangsung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi itu memicu desakan publik agar Polda Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau segera turun tangan mengusut dugaan permainan oknum dalam pengelolaan lahan yang kini berstatus dalam penguasaan negara tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lahan sawit itu berada di Desa Lipai Bulan, Kecamatan Kerumutan, dan Desa Terbangiang, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan. Kawasan tersebut telah dinyatakan masuk dalam penguasaan negara berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://gardapos.com/assets/foto/855016c480a98c7ddd0a05c4923e5269.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Di lokasi, pemerintah telah memasang plang resmi yang menegaskan bahwa lahan berada di bawah penguasaan Pemerintah Republik Indonesia cq Satgas PKH. Namun, informasi yang berkembang di tengah masyarakat menyebut hasil kebun sawit dari lahan tersebut diduga masih dipanen dan dikelola oleh pihak tertentu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejumlah sumber menyebut aktivitas di kawasan itu tetap berjalan meski status lahan telah berada dalam penguasaan negara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kalau memang sudah disita negara, kenapa hasil kebunnya masih ada yang mengambil? Ini harus dibuka terang&#45;benderang,” ujar seorang sumber masyarakat yang meminta identitasnya dirahasiakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Informasi serupa juga disampaikan salah satu lembaga swadaya masyarakat yang mengaku melakukan investigasi lapangan. Mereka menduga hasil panen sawit dari kawasan tersebut masih dinikmati oknum tertentu tanpa adanya penyetoran resmi kepada negara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika dugaan itu benar, masyarakat menilai tindakan tersebut berpotensi merugikan keuangan negara sekaligus mencederai upaya pemerintah dalam menertibkan kawasan hutan ilegal di Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sorotan publik kini mengarah pada aparat penegak hukum untuk menelusuri pihak&#45;pihak yang diduga masih menguasai, memanen, dan memperjualbelikan hasil sawit dari lahan yang telah ditertibkan negara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain dugaan penguasaan ilegal, aparat juga diminta menyelidiki kemungkinan adanya penggunaan nama koperasi sebagai kedok untuk tetap mengelola kawasan hutan secara melawan hukum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kalau benar masih ada aktivitas dan hasil kebun tetap dijual, aparat harus segera bertindak. Jangan sampai negara kalah oleh oknum yang bermain di lapangan,” ujar sumber lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Publik juga mempertanyakan pengawasan di lapangan karena aktivitas di area yang telah dipasangi plang penguasaan negara disebut masih berlangsung tanpa tindakan tegas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang diduga mengelola lahan tersebut maupun dari koperasi yang disebut&#45;sebut terkait polemik penguasaan kebun sawit di kawasan eks PT CAS itu. (gp1)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gardapos.com/assets/berita/original/93937773524-img-20260513-wa0009.jpg"/><pubDate>Wed, 13 May 2026 15:30:37 +0700</pubDate><guid>https://gardapos.com/read/detail/3466/lahan-sudah-dikuasai-negara-buah-sawit-diduga-masih-dipanen-publik-desak-polda-riau-dan-kajati-bongkar-mafia-eks-pt-cas</guid></item><item><title>Segel Dicopot, Hak Buruh Rp9 Miliar Belum Dibayar: Karyawan PT SSS Desak Pemda dan Investor Bertanggung Jawab</title><link>https://gardapos.com/read/detail/3465/segel-dicopot-hak-buruh-rp9-miliar-belum-dibayar-karyawan-pt-sss-desak-pemda-dan-investor-bertanggung-jawab</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;GARDAPOS.COM, PELALAWAN&lt;/strong&gt; — Puluhan perwakilan karyawan PT Sumber Sawit Sejahtera (PT SSS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pelalawan, Pangkalan Kerinci, Rabu (13/5/2026). Mereka menuntut pembayaran hak pekerja yang disebut belum diselesaikan perusahaan sejak bertahun&#45;tahun, dengan total tunggakan ditaksir mencapai Rp9 miliar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aksi tersebut juga mempersoalkan pencopotan segel resmi Pemerintah Kabupaten Pelalawan di area perusahaan, meski persoalan hak pekerja disebut belum tuntas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Koordinator lapangan aksi, Zulkhawari, menyebut hak pekerja PT SSS yang belum dibayarkan mencakup periode 2017 hingga 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Hak pekerja belum ditunaikan dan nilainya ditaksir mencapai Rp9 miliar. Kami meminta pemerintah bertindak tegas terhadap pihak perusahaan,” ujarnya dalam orasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam tuntutannya, massa meminta pemerintah daerah kembali menyegel operasional PT SSS hingga seluruh hak pekerja diselesaikan. Mereka juga mendesak aparat menindak pihak yang diduga membuka segel resmi pemerintah tanpa penyelesaian persoalan ketenagakerjaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, para pekerja menuntut pemilik lama maupun investor baru PT SSS bertanggung jawab penuh terhadap pembayaran hak karyawan, termasuk tunggakan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang disebut telah lama tidak dibayarkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak hanya soal upah dan jaminan sosial, pekerja juga meminta kepastian tempat tinggal. Mereka menolak direlokasi dari mess perusahaan sebelum seluruh hak diselesaikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jangan pindahkan kami dari mess sebelum hak&#45;hak pekerja dibayarkan,” teriak salah seorang peserta aksi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Petugas Pengawas Ketenagakerjaan Pemerintah Provinsi Riau, Budi S, mengatakan pihaknya telah menangani persoalan hak pekerja PT SSS. Namun, muncul persoalan baru terkait pencopotan segel pemerintah daerah setelah perusahaan disebut telah diambil alih investor baru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Terkait hak pekerja sudah kami tangani. Tetapi sekarang muncul persoalan lain karena segel dari Pemda Pelalawan dicopot, sementara hak pekerja belum diselesaikan. Informasinya perusahaan sudah take over ke investor baru,” ujarnya saat meninjau aksi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suasana aksi sempat memanas ketika seorang perempuan yang mewakili keluarga pekerja menyampaikan kekecewaannya terhadap pemerintah daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menilai janji penyelesaian persoalan pekerja yang sebelumnya disampaikan Bupati Pelalawan hingga kini belum terealisasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami sudah terlalu lama menunggu. Dari 2024 sampai sekarang hak pekerja belum selesai. Kami minta Bupati hadir menemui kami hari ini,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga menyoroti pencopotan segel pemerintah daerah yang dinilai mencederai wibawa pemerintah sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kalau segel pemerintah saja bisa dicopot, lalu di mana marwah pemerintah daerah?” katanya dalam orasi yang disambut sorakan massa aksi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga aksi berakhir, belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen PT SSS maupun Pemerintah Kabupaten Pelalawan terkait tuntutan pekerja dan polemik pencopotan segel perusahaan tersebut. (gp1)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gardapos.com/assets/berita/original/27142143714-img-20260513-wa0007.jpg"/><pubDate>Wed, 13 May 2026 11:37:42 +0700</pubDate><guid>https://gardapos.com/read/detail/3465/segel-dicopot-hak-buruh-rp9-miliar-belum-dibayar-karyawan-pt-sss-desak-pemda-dan-investor-bertanggung-jawab</guid></item><item><title>Dari Sungai Simamak untuk Harapan Warga: TNI Rampungkan Jembatan Aramco di Tapanuli Tengah</title><link>https://gardapos.com/read/detail/3464/dari-sungai-simamak-untuk-harapan-warga-tni-rampungkan-jembatan-aramco-di-tapanuli-tengah</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;GARDAPOS.COM, TAPANULI TENGAH&lt;/strong&gt; — Suara mesin molen, denting palu, dan deru alat berat yang selama beberapa hari terakhir terdengar di Dusun V, Desa Sait Kalangan II, Kecamatan Tukka, akhirnya berganti dengan senyum lega warga. Sebuah jembatan yang selama ini dinantikan kini berdiri kokoh di atas Sungai Simamak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Personel Kodim 0211/Tapanuli Tengah bersama Yon TP 908/GD resmi menuntaskan pembangunan Jembatan Aramco sepanjang 10 meter, Sabtu (9/5/2026). Jembatan tersebut kini sudah dapat dilintasi kendaraan dan mulai dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari&#45;hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi warga desa, rampungnya jembatan itu bukan sekadar pembangunan fisik. Lebih dari itu, jembatan menjadi penghubung harapan yang selama ini terhambat oleh sulitnya akses transportasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelumnya, masyarakat harus ekstra hati&#45;hati saat melintasi aliran Sungai Simamak, terutama ketika debit air meningkat akibat hujan. Mobilitas warga, termasuk membawa hasil kebun dan kebutuhan harian, kerap terganggu akibat kondisi akses yang belum memadai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kini, kondisi itu mulai berubah.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejak pagi hingga sore, personel TNI terlihat berjibaku menyelesaikan pembangunan. Mulai dari membersihkan lokasi, membangun pondasi dan box jembatan, merakit plat baja Armco, hingga melakukan penimbunan badan jembatan dilakukan secara bertahap dan penuh gotong royong.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://gardapos.com/assets/foto/ee68b749e75db1533580eb917571b32a.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Pada tahap akhir, personel menyelesaikan pengecoran lantai jembatan, pengacian, hingga pengecatan pagar jembatan sebagai sentuhan akhir sebelum akhirnya dapat digunakan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berbagai peralatan pendukung dikerahkan untuk mempercepat proses pengerjaan, mulai dari excavator, molen, genset, gerinda, hingga peralatan manual seperti cangkul, sekop, dan martil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di balik aktivitas pembangunan itu, tersimpan semangat kolaborasi antara personel Kodim 0211/TT dan Yon TP 908/GD yang bekerja di tengah medan lapangan yang tidak selalu mudah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembangunan Jembatan Aramco tersebut merupakan bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur yang diinisiasi Presiden RI, Prabowo Subianto, guna membuka akses masyarakat di berbagai daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapendam I/BB, Sandy, mengatakan kehadiran jembatan itu diharapkan benar&#45;benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami ingin jembatan ini membantu warga. Sekarang akses jalan sudah lebih baik, perjalanan lebih cepat, dan masyarakat tidak lagi kesulitan saat melintas,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sore itu, kendaraan mulai melintas perlahan di atas jembatan baru tersebut. Beberapa warga tampak berdiri di sisi jembatan sambil memperhatikan aktivitas yang sebelumnya hanya mereka bayangkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di desa kecil yang dialiri Sungai Simamak itu, jembatan bukan hanya penghubung dua sisi jalan. Ia menjadi simbol hadirnya akses, kemudahan, dan harapan baru bagi masyarakat.**&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gardapos.com/assets/berita/original/61545978904-img-20260510-wa0021.jpg"/><pubDate>Sun, 10 May 2026 00:07:28 +0700</pubDate><guid>https://gardapos.com/read/detail/3464/dari-sungai-simamak-untuk-harapan-warga-tni-rampungkan-jembatan-aramco-di-tapanuli-tengah</guid></item><item><title>Persit KCK Gandeng Kemenekraf Perkuat Ekonomi Digital, 50 Produk Anggota Siap Dikurasi dan Dipasarkan</title><link>https://gardapos.com/read/detail/3463/persit-kck-gandeng-kemenekraf-perkuat-ekonomi-digital-50-produk-anggota-siap-dikurasi-dan-dipasarkan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;GARDAPOS.COM, JAKARTA&lt;/strong&gt; — Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) memperkuat langkah pemberdayaan ekonomi perempuan melalui program #PersitBisa dengan menggandeng Kementerian Ekonomi Kreatif, Minggu (10/5/2026). Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengembangan kapasitas digital, penguatan branding, hingga perluasan pasar bagi pelaku usaha anggota Persit di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam program tersebut, sebanyak 50 produk karya anggota Persit akan mendapat pendampingan kurasi, penguatan identitas merek, hingga pendaftaran dan promosi melalui media sosial. Seluruh biaya pendampingan disebut ditanggung oleh Kementerian Ekonomi Kreatif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya mendorong perempuan, khususnya anggota Persit, agar mampu beradaptasi dan bersaing di era digitalisasi ekonomi yang semakin kompetitif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, perempuan memegang peran dominan dalam sektor ekonomi nasional. Sebanyak 64 persen pelaku UMKM di Indonesia merupakan perempuan dengan kontribusi sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://gardapos.com/assets/foto/c8c4763831522507c79a639613d96699.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Selain itu, usaha yang dipimpin perempuan disebut memiliki tingkat ketahanan lebih tinggi saat pandemi karena lebih cepat beradaptasi dengan platform digital. Perempuan juga dinilai berperan besar dalam menentukan keputusan belanja rumah tangga sekaligus menjadi penggerak tren pemasaran berbasis komunitas dan media sosial.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif, Dessy Ruhati, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, anggota Persit memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pelaku usaha digital yang mandiri dan berdaya saing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Perempuan Persit adalah pilar ekonomi keluarga dan bangsa. Digitalisasi dan ekonomi kreatif adalah lompatan maju yang harus dimanfaatkan bersama,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui program “Persit Go Digital”, anggota Persit akan mendapatkan pelatihan pemasaran daring melalui platform e&#45;commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop, termasuk pelatihan fotografi produk dan pembuatan konten promosi digital.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, program “Persit Creative Hub” disiapkan untuk mengembangkan sentra produksi sektor unggulan seperti kuliner, kriya, dan fesyen dengan pendekatan co&#45;branding produk Persit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara program “Persit Influencer &amp;amp; Preneur” diarahkan pada inkubasi bisnis keluarga prajurit TNI, penguatan personal branding, hingga membuka akses pembiayaan dan pasar yang lebih luas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Uli Simanjuntak, mengatakan gerakan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun keluarga tangguh melalui pemberdayaan ekonomi perempuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Sesuai filosofi ‘Sepi Ing Pamrih, Rame Ing Gawe’, Persit terus mendorong anggotanya untuk bekerja dan berkarya secara tulus bagi masyarakat,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui penguatan digitalisasi, branding, dan konsistensi usaha, Persit berharap usaha rumahan anggota dapat berkembang menjadi bisnis profesional yang mampu menopang ekonomi keluarga sekaligus memberi dampak ekonomi lebih luas di masyarakat.**&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gardapos.com/assets/berita/original/97063383760-img-20260510-wa0006.jpg"/><pubDate>Sun, 10 May 2026 23:50:42 +0700</pubDate><guid>https://gardapos.com/read/detail/3463/persit-kck-gandeng-kemenekraf-perkuat-ekonomi-digital-50-produk-anggota-siap-dikurasi-dan-dipasarkan</guid></item><item><title>Karya Bakti Kodam I/BB Dimulai, Jembatan Perintis Garuda Hubungkan Akses Warga di Nias</title><link>https://gardapos.com/read/detail/3462/karya-bakti-kodam-ibb-dimulai-jembatan-perintis-garuda-hubungkan-akses-warga-di-nias</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;GARDAPOS.COM, NIAS&lt;/strong&gt; — Kodam I/Bukit Barisan mulai melaksanakan karya bakti skala besar dengan membangun Jembatan Perintis Garuda di Sungai Hou, Desa Hou, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias, Sabtu (9/5/2026). Pembangunan jembatan sepanjang 35 meter tersebut diharapkan mampu membuka akses transportasi masyarakat dan mempercepat aktivitas ekonomi warga di wilayah tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengerjaan jembatan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan personel gabungan dari Yonif TP 903/BS, Koramil 03/Idg Kodim 0213/Nias, serta Yonzipur I/DD. Pada tahap awal, personel difokuskan pada perakitan besi dan pelangsiran material menuju lokasi pembangunan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga hari pertama pelaksanaan, progres pekerjaan dilaporkan telah mencapai 15,2 persen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski berada di wilayah dengan medan yang cukup berat, personel TNI tetap bekerja maksimal menggunakan peralatan manual seperti cangkul, tembilang, skop, dan plengki untuk mempercepat proses pembangunan.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://gardapos.com/assets/foto/24a69a9803686b2cdb35468204ddfc85.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Kehadiran Jembatan Perintis Garuda disambut antusias masyarakat setempat. Selama ini, warga mengalami keterbatasan akses transportasi, terutama saat melintasi Sungai Hou yang kerap menjadi hambatan bagi mobilitas masyarakat dan distribusi hasil ekonomi warga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program karya bakti TNI AD yang disebut sejalan dengan inisiatif Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke daerah terpencil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain membuka keterisolasian wilayah, keberadaan jembatan itu juga diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Nias.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://gardapos.com/assets/foto/616025e0231cb6e1b54b6d489584df96.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Kapendam I/BB, Sandy, mengatakan karya bakti skala besar tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian TNI AD dalam membantu percepatan pembangunan di daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kodam I/BB akan terus mendukung program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan infrastruktur memadai,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ditargetkan dapat segera rampung agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat, terutama dalam memperlancar akses pendidikan, kesehatan, dan aktivitas perekonomian warga di Kecamatan Bawolato.**&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gardapos.com/assets/berita/original/38652760534-img-20260509-wa0033.jpg"/><pubDate>Sat, 09 May 2026 19:49:21 +0700</pubDate><guid>https://gardapos.com/read/detail/3462/karya-bakti-kodam-ibb-dimulai-jembatan-perintis-garuda-hubungkan-akses-warga-di-nias</guid></item><item><title>Di Meja Makan Tanpa Sekat: Cara Santai Husni Tamrin Menjaga Kedekatan dengan Wartawan</title><link>https://gardapos.com/read/detail/3461/di-meja-makan-tanpa-sekat-cara-santai-husni-tamrin-menjaga-kedekatan-dengan-wartawan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;GARDAPOS.COM, PANGKALAN KERINCI&lt;/strong&gt; — Siang itu, suasana di Rumah Makan Pak Itam, Pangkalan Kerinci, tampak berbeda dari biasanya. Tidak ada barisan protokol, tidak terdengar pidato resmi, apalagi suasana kaku khas pertemuan pejabat. Yang terlihat justru gelak tawa, obrolan ringan, dan candaan yang mengalir hangat di antara meja makan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tengah suasana itu, Wakil Bupati Pelalawan, H. Husni Tamrin, SH, hadir membaur bersama sejumlah wartawan, Rabu (6/5/2026). Pertemuan sederhana yang dimulai sekitar pukul 12.30 WIB tersebut menjelma menjadi ruang kebersamaan yang terasa cair dan penuh keakraban.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Husni Tamrin tampak menyapa satu per satu wartawan yang hadir. Sesekali ia melempar candaan ringan yang langsung disambut tawa. Tidak ada kesan menjaga jarak. Semua percakapan berlangsung alami, seolah mempertemukan sahabat lama dalam satu meja makan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Alhamdulillah, kita bisa duduk bersama tanpa sekat. Suasana seperti ini yang membuat kita lebih dekat, lebih saling memahami,” ujar Husni Tamrin di sela makan siang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Obrolan pun berkembang ke berbagai arah. Mulai dari pengalaman liputan di lapangan, cerita mengejar deadline, hingga dinamika dunia jurnalistik yang terus berubah. Dalam suasana santai itu, para wartawan tampak leluasa berbagi cerita dan pandangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beberapa wartawan bahkan menceritakan pengalaman saat meliput di tengah cuaca buruk hingga tekanan pekerjaan di lapangan. Husni Tamrin mendengarkan dengan santai, sesekali menanggapi dengan nada bercanda yang membuat suasana kembali pecah oleh tawa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Momen itu terasa lebih dari sekadar agenda makan siang biasa. Di tengah hidangan sederhana yang tersaji, tercipta komunikasi yang hangat dan terbuka tanpa dibatasi jabatan maupun formalitas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rumah Makan Pak Itam siang itu seolah menjadi saksi bahwa hubungan baik tidak selalu dibangun dalam forum resmi. Justru dari meja makan sederhana, percakapan yang jujur dan penuh keterbukaan dapat tumbuh lebih alami.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak ada podium. Tidak ada sambutan panjang. Hanya percakapan ringan yang mengalir tanpa tekanan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kehadiran Husni Tamrin dengan sikap terbuka dan bersahaja pun meninggalkan kesan tersendiri bagi para wartawan. Ia hadir bukan semata sebagai pejabat daerah, tetapi sebagai sosok yang mencoba membangun kedekatan lewat interaksi yang sederhana dan humanis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menjelang akhir pertemuan, suasana hangat itu belum juga pudar. Tawa masih terdengar di beberapa sudut meja. Pertemuan pun ditutup tanpa seremoni berlebihan—cukup dengan senyum, obrolan ringan, dan tepukan bahu penuh keakraban.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mungkin benar, komunikasi yang paling jujur memang tidak selalu lahir di ruang rapat atau mimbar pidato. Kadang, ia tumbuh dari meja makan sederhana, di tengah suasana santai, ketika semua orang memilih berbicara tanpa sekat.**/gpc&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gardapos.com/assets/berita/original/93526641052-img-20260509-wa0028.jpg"/><pubDate>Sat, 09 May 2026 17:52:01 +0700</pubDate><guid>https://gardapos.com/read/detail/3461/di-meja-makan-tanpa-sekat-cara-santai-husni-tamrin-menjaga-kedekatan-dengan-wartawan</guid></item><item><title>Gerebek Kontrakan di Batu Ampar, Polsek Pangkalan Kerinci Amankan 4 Terduga Pengedar Sabu</title><link>https://gardapos.com/read/detail/3460/gerebek-kontrakan-di-batu-ampar-polsek-pangkalan-kerinci-amankan-4-terduga-pengedar-sabu</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;GARDAPOS.COM, PELALAWAN&lt;/strong&gt; — Unit Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci menggerebek sebuah rumah kontrakan di Jalan Batu Ampar, Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota, Kabupaten Pelalawan, dan mengamankan empat pria yang diduga terlibat peredaran narkotika jenis sabu, Rabu (6/5/2026) dini hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penggerebekan dilakukan sekitar pukul 00.30 WIB setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas transaksi narkoba di lokasi tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolsek Pangkalan Kerinci, AKP Shilton, S.I.K., M.H., mengatakan, informasi dari warga langsung ditindaklanjuti dengan menerjunkan tim yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Muslim, S.H.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Begitu menerima informasi sekitar pukul 00.10 WIB, saya langsung memerintahkan tim melakukan penyelidikan. Sekitar 20 menit kemudian, empat orang berhasil diamankan di lokasi,” ujar AKP Shilton.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Empat pria yang diamankan masing&#45;masing berinisial A (25), YM (29), IR (25), dan AMT (27). Keempatnya diketahui merupakan warga Kecamatan Pangkalan Kerinci dan berprofesi sebagai wiraswasta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam penggerebekan tersebut, polisi menemukan barang bukti berupa tiga paket sabu ukuran sedang dan satu paket kecil dengan berat kotor sekitar 4,10 gram. Selain itu, petugas juga menyita dua plastik bening kosong dan tiga unit timbangan elektrik yang diduga digunakan untuk aktivitas peredaran narkotika.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Barang bukti ditemukan di sela dinding kamar kontrakan yang ditempati para terduga pelaku. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, keempatnya mengakui barang haram tersebut merupakan milik mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari hasil interogasi sementara, sabu tersebut diduga diperoleh dari seorang pemasok yang identitasnya telah dikantongi polisi dan kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini, keempat terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek Pangkalan Kerinci sebelum dilimpahkan ke Satresnarkoba Polres Pelalawan guna proses penyidikan lebih lanjut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;AKP Shilton menegaskan, pengungkapan kasus tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polsek Pangkalan Kerinci.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami mengapresiasi keberanian masyarakat memberikan informasi. Peran aktif warga sangat penting dalam upaya pemberantasan narkoba. Kami pastikan identitas pelapor akan dirahasiakan,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga saat ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat pasca penggerebekan dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif.**&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gardapos.com/assets/berita/original/59024620251-img-20260509-wa0020.jpg"/><pubDate>Sat, 09 May 2026 15:56:47 +0700</pubDate><guid>https://gardapos.com/read/detail/3460/gerebek-kontrakan-di-batu-ampar-polsek-pangkalan-kerinci-amankan-4-terduga-pengedar-sabu</guid></item><item><title>Utang Listrik Rp18 Miliar Perumda Tuah Sekata Disorot, Aktivis Pertanyakan Pengelolaan Dana Pelanggan</title><link>https://gardapos.com/read/detail/3459/utang-listrik-rp18-miliar-perumda-tuah-sekata-disorot-aktivis-pertanyakan-pengelolaan-dana-pelanggan</link><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;strong&gt;GARDAPOS.COM, PELALAWAN&lt;/strong&gt; — Dugaan tunggakan pembayaran listrik milik Perumda Tuah Sekata Kabupaten Pelalawan kepada pihak RAPP sebesar Rp18 miliar menjadi sorotan publik. Besarnya nilai tunggakan memicu pertanyaan masyarakat terkait transparansi dan pengelolaan keuangan perusahaan daerah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Berdasarkan informasi yang beredar di tengah masyarakat, total tunggakan listrik Perumda Tuah Sekata sebelumnya disebut mencapai sekitar Rp21 miliar. Dari jumlah tersebut, baru sekitar Rp3 miliar yang dikabarkan telah dibayarkan, sementara sisanya masih menyisakan tunggakan sebesar Rp18 miliar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Kondisi itu memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat. Pasalnya, pelanggan disebut tetap membayar tagihan listrik setiap bulan. Situasi tersebut memicu pertanyaan mengenai aliran dan pengelolaan dana pembayaran pelanggan selama ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Selain dugaan banyaknya pelanggan yang menunggak pembayaran, isu lain seperti lemahnya tata kelola keuangan hingga dugaan pencurian arus listrik juga mulai menjadi perbincangan di tengah masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Sejumlah aktivis di Kabupaten Pelalawan pun meminta agar dilakukan audit secara menyeluruh terhadap kondisi keuangan Perumda Tuah Sekata.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;“Menurut saya harus ada keterbukaan terkait tunggakan listrik ke RAPP. Informasi yang berkembang sebelumnya mencapai Rp21 miliar, baru dibayar sekitar Rp3 miliar dan tersisa Rp18 miliar. Ini perlu diperiksa secara transparan agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat,” ujar salah seorang aktivis di Pelalawan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Sorotan terhadap Perumda Tuah Sekata sendiri bukan kali pertama terjadi. Selama ini, perusahaan daerah tersebut kerap mendapat kritik terkait transparansi pengelolaan dan pelayanan kepada masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Di tengah munculnya persoalan tunggakan bernilai besar itu, masyarakat dinilai menjadi pihak yang paling terdampak. Pelanggan tetap diwajibkan membayar tagihan tepat waktu, sementara kondisi keuangan perusahaan daerah justru dipertanyakan publik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Aktivis juga meminta pemerintah daerah tidak tinggal diam terhadap persoalan tersebut. Inspektorat dan aparat pengawas lainnya didorong turun tangan guna melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap tata kelola keuangan Perumda Tuah Sekata.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Perumda Tuah Sekata terkait kabar tunggakan tersebut maupun penjelasan mengenai kondisi keuangan perusahaan.**&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gardapos.com/assets/berita/original/26966795890-img-20260509-wa0010.jpg"/><pubDate>Sat, 09 May 2026 17:50:29 +0700</pubDate><guid>https://gardapos.com/read/detail/3459/utang-listrik-rp18-miliar-perumda-tuah-sekata-disorot-aktivis-pertanyakan-pengelolaan-dana-pelanggan</guid></item><item><title>Dari Kampung ke Kampung, Satgas Yonif 521/DY Bangkitkan Harapan Warga Melalui Pengobatan Gratis dan Pembagian Sembako di Distrik Napua</title><link>https://gardapos.com/read/detail/3458/dari-kampung-ke-kampung-satgas-yonif-521dy-bangkitkan-harapan-warga-melalui-pengobatan-gratis-dan-pembagian-sembako-di-distrik-napua</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;GARDAPOS.COM, DISTRIK NAPUA&lt;/strong&gt; — Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat di wilayah penugasan, Satgas Yonif 521/DY Pamtas Kewilayahan terus menghadirkan pelayanan kemanusiaan bagi warga Papua. Kali ini, personel Satgas melaksanakan kegiatan pengobatan gratis dan pembagian sembako kepada masyarakat di Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Jumat (9/5/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut dilakukan dengan mendatangi kampung&#45;kampung secara langsung guna memastikan masyarakat di wilayah terpencil tetap memperoleh layanan kesehatan dan bantuan kebutuhan pokok. Kehadiran personel Satgas Yonif 521/DY disambut hangat dan antusias oleh warga setempat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan pengobatan gratis itu, personel kesehatan Satgas memberikan pemeriksaan kesehatan, pengobatan ringan, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Selain itu, Satgas juga menyalurkan paket sembako kepada warga yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat di pedalaman Papua.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://gardapos.com/assets/foto/ca5c9471ac37d1e6d613d9cb7fb13bcf.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Komandan Satgas Yonif 521/DY, Rahadyan Surya Murdata, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Satgas membantu mengatasi kesulitan masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan rakyat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Melalui kegiatan ini kami ingin hadir di tengah masyarakat, membantu kesulitan warga, serta memberikan semangat dan harapan bagi masyarakat di wilayah penugasan. Kehadiran TNI harus dapat dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Warga Distrik Napua mengaku terbantu dengan adanya pelayanan kesehatan dan bantuan sembako dari Satgas Yonif 521/DY. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kampung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat, Satgas Yonif 521/DY terus berkomitmen melaksanakan berbagai kegiatan teritorial yang humanis guna mendukung terciptanya keamanan, kesejahteraan, dan kedekatan bersama masyarakat Papua Pegunungan.**&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Prajurit Macan Kumbang Berhasil.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gardapos.com/assets/berita/original/71699029293-img-20260509-wa0000.jpg"/><pubDate>Sat, 09 May 2026 11:25:28 +0700</pubDate><guid>https://gardapos.com/read/detail/3458/dari-kampung-ke-kampung-satgas-yonif-521dy-bangkitkan-harapan-warga-melalui-pengobatan-gratis-dan-pembagian-sembako-di-distrik-napua</guid></item><item><title>BUMD Tuah Sekata Disorot, Publik Desak Audit dan Transparansi Pengelolaan</title><link>https://gardapos.com/read/detail/3457/bumd-tuah-sekata-disorot-publik-desak-audit-dan-transparansi-pengelolaan</link><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;strong&gt;GARDAPOS.COM, PANGKALAN KERINCI&lt;/strong&gt; — Sorotan publik terhadap BUMD Tuah Sekata kembali menguat. Sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Pelalawan mendesak pemerintah daerah dan Inspektorat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perusahaan daerah tersebut, khususnya terkait transparansi pengelolaan dan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Desakan itu muncul di tengah pertanyaan publik mengenai capaian usaha, laporan kinerja, serta manfaat nyata yang dihasilkan BUMD bagi masyarakat. Hingga kini, sebagian masyarakat menilai informasi terkait aktivitas dan perkembangan perusahaan daerah tersebut masih minim diketahui publik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;“BUMD seharusnya mampu menjadi penggerak ekonomi daerah. Karena itu, masyarakat tentu berharap ada keterbukaan mengenai program kerja, capaian usaha, dan kontribusinya terhadap daerah,” ujar salah seorang tokoh masyarakat di Pelalawan, Jumat (8/5/2026).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Menurutnya, keterbukaan informasi penting agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana pengelolaan perusahaan daerah berjalan efektif dan sesuai tujuan pembentukannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Hal senada disampaikan sejumlah aktivis lokal yang meminta adanya evaluasi secara objektif terhadap tata kelola BUMD. Mereka menilai audit dan pengawasan berkala diperlukan untuk memastikan perusahaan daerah dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;“Kalau memang kinerjanya baik tentu perlu diapresiasi. Tetapi jika masih ada kelemahan, maka harus segera dibenahi. Prinsipnya, penggunaan anggaran dan pengelolaan aset daerah harus dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” ujar seorang aktivis di Pelalawan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Masyarakat juga berharap pemerintah daerah tidak menutup ruang kritik terhadap keberadaan BUMD. Sebab sebagai perusahaan yang berkaitan dengan kepentingan publik dan pengelolaan aset daerah, BUMD dinilai perlu terbuka terhadap evaluasi masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Pengamat kebijakan daerah menilai, keberadaan BUMD idealnya tidak hanya menjadi pelengkap struktur pemerintahan daerah, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi nyata, baik melalui peningkatan PAD, pembukaan peluang usaha, maupun kontribusi terhadap pembangunan daerah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Karena itu, desakan agar dilakukan audit dan evaluasi menyeluruh dinilai sebagai bagian dari kontrol publik yang wajar dalam sistem pemerintahan yang terbuka dan akuntabel.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak BUMD Tuah Sekata belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai sorotan yang berkembang di tengah masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Publik kini menunggu langkah pemerintah daerah dan pihak terkait dalam menjawab berbagai pertanyaan mengenai arah pengelolaan dan kinerja perusahaan daerah tersebut ke depan.**&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gardapos.com/assets/berita/original/45399349075-img-20260508-wa0042.jpg"/><pubDate>Fri, 08 May 2026 19:59:21 +0700</pubDate><guid>https://gardapos.com/read/detail/3457/bumd-tuah-sekata-disorot-publik-desak-audit-dan-transparansi-pengelolaan</guid></item><item><title>Aksi Jaringan Pekanbaru&#45;Pelalawan Kandas Ditangan Polisi, AKBP John Letedara: Komitmen Perangi Narkoba</title><link>https://gardapos.com/read/detail/3456/aksi-jaringan-pekanbarupelalawan-kandas-ditangan-polisi-akbp-john-letedara-komitmen-perangi-narkoba</link><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;strong&gt;GARDAPOS.COM, PELALAWAN&lt;/strong&gt; – Tiga tersangka diamankan di dua lokasi berbeda, pada hari Selasa, 5 Mei 2026 dini hari, dengan barang bukti 1 paket sabu seberat 51,33 gram yang hendak diedarkan ke Desa Telayap, dari jaringan narkoba Pekanbaru&#45;Pelalawan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Aksi peredaran barang haram itu berhasil diamankan polisi dari Satresnarkoba Pelalawan, TKP penangkapan pertama terjadi sekira pukul 01.30 WIB di pinggir Jalan Lintas Timur, Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Keterangan pers bagian humas Polres Pelalawan (6/5) menjelaskan, bahwa Tim ospnal Sat Narkoba menghentikan sepeda motor Yamaha N&#45;Max tanpa nopol warna hitam yang dikendarai dua pria sesuai ciri&#45;ciri. Tersangka H H (27), dan C F (29), keduanya warga desa Talayap, ditangkap saat terjebak antrean buka tutup perbaikan jalan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Kemudian dari pengembangan dan penggeledahan ditemukan 1 kotak sabun berisi 1 paket sabu dengan berat kotor 51,33 gram. Tersangka ketiga, ANS (29), wiraswasta asal desa Telayap, diringkus di rumahnya. Ketiganya kini ditahan di Mapolres Pelalawan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Selanjutnya, tim Opsnal Satresnarkoba Polres Pelalawan mendapat info ada 2 pria bawa sabu dari Pekanbaru menuju Pelalawan naik motor. Dipimpin Kasat Resnarkoba, tim lidik dan cegat kedua tersangka di Lintas Timur. Hasil interogasi, H dan C mengaku disuruh A menjemput sabu ke Pekanbaru untuk dibawa ke Telayap. &apos;A&apos; mengaku sabu diperoleh dari seseorang berinisial DS yang masih dalam penyelidikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Para tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 Ayat (2) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana maksimal seumur hidup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Kapolres Pelalawan AKBP John Letedara, S.I.K melalui Kasi Humas Polres Pelalawan AKP Thomas B. Siahaan, S.Sos menegaskan komitmen perang terhadap narkoba.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;“Ya, ini hasil kerja cepat tim di lapangan menindaklanjuti info masyarakat. Tersangka kurir dan pemesan sudah kita amankan. Barang bukti 51 gram sabu gagal beredar. Kami imbau warga terus lapor jika ada aktivitas narkoba di lingkungannya,” pungkas Kasi Humas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Kemudian terhadap barang bukti yang disita selain sabu 51,33 gram adalah 1 kotak sabun, 2 unit HP Android merk Vivo dan Nubia, serta 1 unit Yamaha N&#45;Max tanpa nopol. Saat ini penyidik Satresnarkoba masih memburu pemasok lainnya, Kapolres memastikan pengungkapan ini menyelamatkan ratusan jiwa dari bahaya narkoba.**gp1&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gardapos.com/assets/berita/original/67005246502-img-20260506-wa0062.jpg"/><pubDate>Wed, 06 May 2026 21:12:10 +0700</pubDate><guid>https://gardapos.com/read/detail/3456/aksi-jaringan-pekanbarupelalawan-kandas-ditangan-polisi-akbp-john-letedara-komitmen-perangi-narkoba</guid></item><item><title>Hari Kebebasan Pers Dunia: Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa</title><link>https://gardapos.com/read/detail/3455/hari-kebebasan-pers-dunia-menjadi-suluh-dan-lokomotif-bangsa</link><description>&lt;p&gt;Oleh: Dr. Teguh Santosa, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;GARDAPOS.COM&lt;/strong&gt; &#45; Sejak tiga dekade terakhir, tanggal 3 Mei diperingati sebagai Hari Kebebasan Pers Dunia atau World Press Freedom Day. Penetapan tanggal ini bermula dari Deklarasi Windhoek 1991 di Namibia, yang menegaskan pentingnya pers bebas, pluralistik, dan independen. Dua tahun kemudian, Majelis Umum PBB mengesahkannya sebagai peringatan resmi melalui Resolusi 48/432 pada 1993.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Deklarasi Windhoek lahir dari keresahan para jurnalis Afrika tentang sensor, intimidasi, dan pembungkaman. Mereka menegaskan bahwa kebebasan pers adalah syarat mutlak bagi demokrasi dan pembangunan. Gagasan itu kemudian menjadi rujukan global hingga hari ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di Indonesia, jejak pers jauh lebih tua. Sejarah pers nasional bermula pada abad ke&#45;19 dengan terbitnya Bataviasche Nouvelles tahun 1744, meski masih dalam kontrol kolonial. Tonggak penting muncul pada 1907 ketika Medan Prijaji milik Tirto Adhi Soerjo hadir sebagai suara perlawanan terhadap penjajahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pers kebangsaan tumbuh bersama pergerakan kemerdekaan. Surat kabar seperti Oetoesan Hindia, Sinar Hindia, dan Soeara Oemoem menjadi ruang pendidikan politik bagi rakyat. Seperti ditulis Pramoedya Ananta Toer dalam &quot;Rumah Kaca&quot;&amp;nbsp;(1988), pers saat itu bukan sekadar media, melainkan senjata ideologis melawan kebodohan dan penindasan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pasca kemerdekaan, pers Indonesia mengalami pasang surut. Era Orde Baru membatasi dengan sistem SIUPP, sementara reformasi 1998 membuka keran kebebasan melalui UU 40/1999 tentang Pers. Undang&#45;undang ini mencabut sensor dan menempatkan pers sebagai pilar demokrasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memasuki era digital, wajah pers nasional berubah drastis. Internet, media sosial, dan platform berbagi informasi mematahkan monopoli redaksi konvensional. Siapa saja kini bisa menjadi produsen berita dengan satu gawai di tangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perkembangan ini membawa dampak ganda. Di satu sisi, akses informasi menjadi lebih cepat dan demokratis. Di sisi lain, muncul banjir disinformasi, clickbait, dan jurnalisme instan yang mengorbankan verifikasi. Post&#45;truth menjadi ciri utama era disrupsi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tantangan terbesar pers nasional hari ini adalah menjaga relevansi di tengah algoritma. Berita berkualitas sering kalah cepat oleh konten sensasional yang dirancang untuk menarik perhatian sesaat. Ekonomi media pun melemah karena pendapatan iklan bergeser ke platform digital global.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun tantangan bukanlah alasan untuk menyerah. Mendiang Joseph Pulitzer, wartawan&#45;politisi Hungaria&#45;Amerika yang namanya diabadikan untuk anugerah pers tertinggi di Amerika Serikat, suatu kali mengatakan, “Pers yang sinis, materialistis, dan demagogis akan menghasilkan masyarakat yang sama rendahnya dengan dirinya sendiri.”&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kutipan ini berasal dari esainya di North American Review tahun 1904 di mana Pulitzer menekankan bahwa bangsa dan masyarakat pers memiliki keterkaitan satu sama lain. Pers yang berdedikasi mempertahankan kebajikan demokrasi, sementara pers yang sinis, korup, atau sensasionalis merusak publik. Masa depan negara, katanya lagi, terletak di tangan para jurnalis. Pers yang kehilangan idealisme akan melahirkan masyarakat yang kehilangan arah. Sebaliknya, pers yang mempertahankan idealisme memperkuat pondasi bangsa dan negara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tugas pers tidak berhenti pada menyuarakan aspirasi semata. Pers harus ikut membentuk dan membangun cara pandang bangsa. Di tengah pergaulan dan persaingan dunia yang semakin ketat, media memiliki peran strategis sebagai penjernih wacana dan penunjuk kompas moral.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita butuh pers yang mampu menumbuhkan optimisme dalam berusaha dan berkarya. Bangsa ini menghadapi banyak masalah, tapi setiap masalah selalu hadir bersama harapan. Pers yang sehat adalah yang mampu menyeimbangkan kritik dengan solusi, menyorot kegelapan tanpa melupakan cahaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam konteks itu, pers harus menjadi suluh penerang. Ia menerangi ruang&#45;ruang gelap kekuasaan, korupsi, dan ketidakadilan. Sekaligus menjadi lokomotif pembangunan dengan menggerakkan kesadaran publik pada isu&#45;isu besar: pendidikan, ekonomi, lingkungan, dan kedaulatan bangsa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk menjalankan peran itu, etika tidak boleh ditawar. Kebebasan tanpa tanggung jawab akan melahirkan anarki informasi. Kehormatan pers harus dijaga dengan memegang teguh Kode Etik Jurnalistik dan berbagai pedoman pemberitaan yang berlaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat pers nasional sering lantang menuntut hak kebebasan yang dijamin UU 40/1999. Itu wajar. Tetapi hak harus berbanding lurus dengan kewajiban. Kebebasan pers bukan lisensi untuk bertindak serampangan, melainkan amanah untuk menyampaikan kebenaran dengan cara yang terhormat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ekosistem media yang semakin melemah memang tidak dapat dipungkiri. Semakin panjang daftar media arus utama yang teraksa menyerah. Itu artinya, semakin banyak wartawan kehilangan pekerjaan. Bisnis media runtuh. Tetapi itulah tantangan zaman. Sejarah menunjukkan, setiap revolusi teknologi menuntut adaptasi.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Insan pers harus semakin canggih, cerdas, dan terampil memanfaatkan kemajuan teknologi digital. Data journalism, multimedia storytelling, dan kecerdasan buatan adalah alat baru yang dapat digunakan untuk memperkuat kredibilitas, bukan melemahkannya. Yang tidak boleh hilang adalah nurani.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemajuan bangsa adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, masyarakat, dan pers berada dalam satu kapal yang sama. Karena itu, kolaborasi antara pers dan pemerintah menjadi keharusan. Kolaborasi bukan ancaman. Hubungan itu harus dilandasi saling menghormati: pemerintah membuka ruang informasi, pers menjalankan fungsi kontrol tanpa prasangka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Walter Lippmann dalam &quot;Public Opinion&quot; (1922) mengingatkan bahwa pers membentuk “gambar di kepala” masyarakat tentang dunia. Jika gambar itu buram, masyarakat akan mengambil keputusan yang keliru. Jika gambar itu jernih, bangsa bisa melangkah lebih pasti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di Hari Kebebasan Pers Dunia ini, mari kita tegaskan kembali komitmen: menjaga kebebasan, merawat etika, dan memperkuat profesionalisme. Pers yang merdeka bukan pers yang bebas semaunya, tetapi pers yang sadar akan tanggung jawabnya kepada publik dan sejarah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga pers Indonesia terus menjadi suluh yang tidak padam dan lokomotif yang tidak berhenti. Ketika pers kuat dalam nilai dan cerdas memanfaatkan teknologi, bangsa ini akan memiliki bekal untuk berlayar di tengah gelombang ganas zaman dengan kepala tegak dan pandangan jauh ke depan. []&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gardapos.com/assets/berita/original/76610569552-img-20260426-wa0029.jpg"/><pubDate>Sun, 03 May 2026 20:22:52 +0700</pubDate><guid>https://gardapos.com/read/detail/3455/hari-kebebasan-pers-dunia-menjadi-suluh-dan-lokomotif-bangsa</guid></item><item><title>Momen Hardiknas, Garda Terdepan Satgas Yonif 521/DY dan Siswa Tata Taman Sekolah di Distrik Walesi</title><link>https://gardapos.com/read/detail/3454/momen-hardiknas-garda-terdepan-satgas-yonif-521dy-dan-siswa-tata-taman-sekolah-di-distrik-walesi</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;GARDAPOS.COM, PAPUA PEGUNUNGAN (WALESI)&lt;/strong&gt; – Peringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada hari Selasa, 2 Mei 2026, Satgas Yonif 521/DY melaksanakan kegiatan karya bakti bersama para siswa dengan menata taman sekolah di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang bersih, rapi, dan nyaman bagi para pelajar. Dengan penuh semangat kebersamaan, Personel Satgas Yonif 521/DY bersama siswa&#45;siswi bahu&#45;membahu membersihkan area taman, menanam bunga, serta merapikan lingkungan sekitar sekolah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Komandan Satgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata,S.E,M.I.P, menyampaikan bahwa momentum &quot;Hardiknas&quot; menjadi pengingat pentingnya &quot;Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu&quot; &amp;nbsp;untuk Semua, Sehingga peran semua pihak dalam mendukung kemajuan pendidikan, termasuk melalui aksi nyata di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagaimana ungkapan Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara “Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani” memiliki makna kepemimpinan yang sangat relevan untuk diaplikasikan oleh Satgas Yonif 521/DY dalam mengajak siswa sekolah menjaga kebersihan lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://gardapos.com/assets/foto/a5d4dfcb3f8a419a19c3e93666cf955f.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Melalui penerapan nilai&#45;nilai tersebut, Satgas Yonif 521/DY tidak hanya membantu membersihkan lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian lingkungan pada siswa secara berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta membangun semangat belajar para siswa agar semakin termotivasi dalam menuntut ilmu,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut, Selain memberikan suasana baru bagi lingkungan sekolah, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu guru setempat mengapresiasi kehadiran Satgas Yonif 521/DY yang telah memberikan kontribusi positif bagi sekolah dan para siswa. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian dari bapak&#45;bapak TNI. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak&#45;anak, baik dari segi kebersihan lingkungan maupun pembelajaran karakter,” ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara TNI dan masyarakat, serta mampu memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan di wilayah Papua Pegunungan.**&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;Prajurit Macan Kumbang Berhasil (Yonif 521/DY)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gardapos.com/assets/berita/original/53761055032-img-20260503-wa0000.jpg"/><pubDate>Sun, 03 May 2026 12:20:35 +0700</pubDate><guid>https://gardapos.com/read/detail/3454/momen-hardiknas-garda-terdepan-satgas-yonif-521dy-dan-siswa-tata-taman-sekolah-di-distrik-walesi</guid></item><item><title>Taklimat Presiden RI Kepada Para Komandan Satuan TNI 2026 Harus Jadi Garda Terdepan</title><link>https://gardapos.com/read/detail/3453/taklimat-presiden-ri-kepada-para-komandan-satuan-tni-2026-harus-jadi-garda-terdepan</link><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;strong&gt;GARDAPOS.COM, BOGOR&lt;/strong&gt; — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan taklimat langsung kepada para Komandan Satuan Tentara Nasional Indonesia (TNI), pada Kamis 30 April 2026 dalam sebuah forum strategis yang digelar di Universitas Pertahanan RI.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&quot;Presiden menekankan pentingnya kesiapsiagaan TNI dalam menghadapi dinamika ancaman global yang semakin kompleks, mulai dari konflik geopolitik, perang siber, hingga potensi gangguan terhadap kedaulatan negara&quot;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Dilansir dari laman &lt;i&gt;pejuanginformasiindonesia, &lt;/i&gt;Presiden Prabowo mengingatkan, bahwa TNI harus menjadi garda terdepan yang tidak hanya kuat secara militer, tetapi adaptif terhadap perkembangan teknologi modern.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;“Prajurit TNI harus memiliki disiplin tinggi, loyalitas tanpa batas kepada negara, serta kemampuan berpikir strategis dalam setiap situasi,” pungkas Presiden Prabowo Subianto.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Kemudian Presiden juga menyoroti pentingnya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di tubuh TNI. Menurutnya, kekuatan pertahanan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh integritas dan profesionalisme prajurit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Dalam forum itu, Presiden turut mengingatkan pentingnya sinergi antara TNI dengan institusi lain, termasuk Polri dan lembaga pemerintah, guna menjaga stabilitas nasional. Ia juga menekankan bahwa TNI harus selalu hadir di tengah rakyat sebagai pelindung dan pengayom.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Taklimat ini dihadiri oleh para perwira tinggi dari tiga matra TNI, yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat konsolidasi internal serta menyamakan visi strategis pertahanan nasional ke depan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebangsaan, mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.**&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gardapos.com/assets/berita/original/39179835230-img-20260501-wa0023.jpg"/><pubDate>Fri, 01 May 2026 20:37:50 +0700</pubDate><guid>https://gardapos.com/read/detail/3453/taklimat-presiden-ri-kepada-para-komandan-satuan-tni-2026-harus-jadi-garda-terdepan</guid></item><item><title>Ekonomi Kerakyatan Satgas Yonif 521/DY Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal Melalui Belanja Sayur di Distrik Kelila</title><link>https://gardapos.com/read/detail/3452/ekonomi-kerakyatan-satgas-yonif-521dy-dorong-pertumbuhan-ekonomi-lokal-melalui-belanja-sayur-di-distrik-kelila</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;GARDAPOS.COM, KELILA (PAPUA PEGUNUNGAN)&lt;/strong&gt;— Satgas Yonif 521/DY terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ekonomi kerakyatan di wilayah penugasan melalui kegiatan sederhana namun berdampak langsung dengan melakukan pembelian hasil kebun masyarakat desa berupa sayur&#45;mayur di Distrik Kelila. (1/5/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Komandan Satgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata,S.E,M.I.P, menyampaikan, &quot;Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan perekonomian warga setempat, khususnya para petani lokal yang menggantungkan hidup dari hasil pertanian tradisional&quot;.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://gardapos.com/assets/foto/f7615b426dacd18396eb07f351d13f66.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Dengan adanya pembelian langsung dari Masyarakat, Satgas membantu memperlancar perputaran ekonomi di tingkat kampung serta memberikan nilai tambah bagi hasil pertanian warga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain membantu penjualan hasil panen, Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara personel Satgas Yonif 521/DY dengan masyarakat. Interaksi yang terjalin diharapkan mampu memperkuat rasa kebersamaan serta menciptakan suasana yang harmonis di Wilayah Distrik Kelila.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui langkah ini, Satgas Yonif 521/DY, Menegaskan bahwa kehadiran TNI di wilayah penugasan tidak hanya menjaga keamanan, dan juga turut berperan aktif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat guna mendorong kemandirian ekonomi lokal di Papua Pegunungan.**&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;Prajurit Macan Kumbang Berhasil (Yonif 521/DY)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gardapos.com/assets/berita/original/96789029584-img-20260501-wa0008.jpg"/><pubDate>Fri, 01 May 2026 15:26:54 +0700</pubDate><guid>https://gardapos.com/read/detail/3452/ekonomi-kerakyatan-satgas-yonif-521dy-dorong-pertumbuhan-ekonomi-lokal-melalui-belanja-sayur-di-distrik-kelila</guid></item><item><title>Puskesmas Pangkalan Kerinci II Klarifikasi Terkait Informasi Layanan Tidak Optimal Kepada Pasien Balita</title><link>https://gardapos.com/read/detail/3451/puskesmas-pangkalan-kerinci-ii-klarifikasi-terkait-informasi-layanan-tidak-optimal-kepada-pasien-balita</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;GARDAPOS.COM, PANGKALAN KERINCI &lt;/strong&gt;— Puskesmas Pangkalan Kerinci II pada Rabu 29 April 2026, kepada awak media memberikan klarifikasi resmi terkait informasi yang beredar di masyarakat mengenai pelayanan terhadap seorang pasien balita yang sebelumnya disebut tidak mendapatkan penanganan optimal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam keterangan persnya, pihak Puskesmas menegaskan bahwa penanganan medis yang diberikan telah sesuai dengan standar dan pedoman yang berlaku, khususnya mengacu pada Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dijelaskan, pada kunjungan awal, balita tersebut datang dengan keluhan batuk tanpa disertai demam maupun tanda bahaya lainnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pasien diklasifikasikan mengalami batuk pilek ringan atau bukan pneumonia. Oleh karena itu, tenaga kesehatan memberikan terapi suportif serta anjuran perawatan di rumah, termasuk pemberian cairan seperti jus buah untuk membantu pemulihan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Penatalaksanaan awal sudah sesuai dengan pedoman MTBS berdasarkan kondisi klinis saat itu,” demikian disampaikan dalam rilis resmi Puskesmas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih lanjut, pada hari ketiga setelah kunjungan pertama, tim dokter klaster anak dari Puskesmas melakukan kunjungan rumah (home visit) sebagai bagian dari pemantauan aktif. Dari hasil pemeriksaan lanjutan, kondisi pasien dilaporkan dalam keadaan baik, sadar, aktif, serta menunjukkan perbaikan pada keluhan batuk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun demikian, dari penelusuran riwayat penyakit, diketahui bahwa sehari setelah kunjungan awal, pasien mengalami ruam kemerahan yang secara medis mengarah pada dugaan campak (morbili). Kondisi ini disebut sebagai bagian dari perjalanan alami infeksi virus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kunjungan tersebut, tenaga kesehatan juga memberikan terapi tambahan berupa vitamin A sesuai pedoman Kementerian Kesehatan dan WHO, serta edukasi kepada keluarga mengenai tanda bahaya dan langkah perawatan di rumah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pihak Puskesmas juga mengungkapkan bahwa sebelumnya pasien sempat mendapatkan obat batuk dari fasilitas kesehatan lain. Hal ini turut menjadi bagian dari evaluasi dalam penanganan lanjutan.&lt;br&gt;Selama proses kunjungan rumah, keluarga pasien disebut bersikap kooperatif dan menerima penjelasan dari tim medis dengan baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menutup klarifikasinya, Puskesmas Pangkalan Kerinci II mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat juga diharapkan dapat langsung mengonfirmasi ke pihak Puskesmas untuk mendapatkan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.**&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gardapos.com/assets/berita/original/50126221938-img-20260429-wa0003.jpg"/><pubDate>Wed, 29 Apr 2026 23:36:23 +0700</pubDate><guid>https://gardapos.com/read/detail/3451/puskesmas-pangkalan-kerinci-ii-klarifikasi-terkait-informasi-layanan-tidak-optimal-kepada-pasien-balita</guid></item><item><title>Pangdam I/BB Pimpin Sertijab dan Tradisi Korps Pejabat Utama di Makodam I/BB</title><link>https://gardapos.com/read/detail/3450/pangdam-ibb-pimpin-sertijab-dan-tradisi-korps-pejabat-utama-di-makodam-ibb</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;GARDAPOS.COM, MEDAN&lt;/strong&gt; &#45; Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa memimpin serah terima jabatan (sertijab) dan tradisi korps pejabat utama di lingkungan Kodam I/BB. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung AH Nasution Lantai II Makodam I/BB, Medan, Sabtu (25/4/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sertijab tersebut meliputi sejumlah jabatan strategis, di antaranya Asrendam I/BB, Kazidam I/BB, Kapendam I/BB, Danbrigif 7/RR, Danmenarhanud 2/SSM, Dandim 0201/Medan, serta Kapuskodalopsdam I/BB. Rotasi ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kinerja dan efektivitas satuan.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://gardapos.com/assets/foto/bad6cf24e9a4f5611e5c814144e485ef.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Dalam amanatnya, Pangdam I/BB menyampaikan bahwa serah terima jabatan merupakan bentuk penyegaran organisasi yang diharapkan mampu menumbuhkan semangat serta melahirkan ide&#45;ide baru. Kepemimpinan yang adaptif juga dinilai penting dalam menjawab tuntutan tugas yang semakin kompleks.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pangdam juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian selama menjabat di Kodam I/Bukit Barisan. Berbagai capaian yang telah diraih dinilai sebagai kontribusi nyata dalam mendukung pelaksanaan tugas satuan serta menjadi bekal dalam penugasan selanjutnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kesempatan tersebut, turut diperkenalkan sejumlah pejabat baru, di antaranya Kolonel Inf Sandy sebagai Kapendam I/BB dan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo sebagai Dandim 0201/Medan. Keduanya diharapkan mampu menjalankan amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab serta melanjutkan kinerja satuan secara optimal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Usai amanat, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat, penyerahan cinderamata, ramah tamah, dan sesi foto bersama. Hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam I/BB, Irdam I/BB, Kapoksahli Pangdam I/BB, para Asisten Kasdam I/BB, para Pamen Ahli, LO TNI AL dan AU, para Kabalakdam I/BB, para Komandan Satuan, serta Ketua Persit KCK Daerah I/BB beserta pengurus.**&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(Pendam I/BB)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gardapos.com/assets/berita/original/27407667829-img-20260426-wa0010.jpg"/><pubDate>Sun, 26 Apr 2026 09:03:41 +0700</pubDate><guid>https://gardapos.com/read/detail/3450/pangdam-ibb-pimpin-sertijab-dan-tradisi-korps-pejabat-utama-di-makodam-ibb</guid></item><item><title>Training Organization III BEM Universitas Riau di Kuala Terusan, Wabup H. Husni Tamrin: &apos;Pemuda Harus Berani Memimpin dan Siap Dikritik&apos;</title><link>https://gardapos.com/read/detail/3449/training-organization-iii-bem-universitas-riau-di-kuala-terusan-wabup-h-husni-tamrin-pemuda-harus-berani-memimpin-dan-siap-dikritik</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;GARDAPOS.COM, PELALAWAN&lt;/strong&gt; — &lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Wakil Bupati Pelalawan, H. Husni Tamrin, S.H., menjadi narasumber utama pada Training Organization III yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Riau, Jumat, 24 April 2026 di desa Kuala terusan. Di hadapan puluhan mahasiswa, Wabup berbagi pengalaman tentang tata kelola pemerintahan dan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dengan generasi muda serta mengangkat tema seputar sejarah dan kondisi politik kontemporer.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Ia menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dan mitra kritis pemerintah dalam mengawal pembangunan Kabupaten Pelalawan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;“Pemuda harus berani memimpin dan siap dikritik.” Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Pelalawan, H. Husni Tamrin, S.H., saat menjadi narasumber Training Organization III yang diselenggarakan BEM Universitas Riau. Kegiatan yang diikuti pengurus organisasi mahasiswa se&#45;UNRI ini bertujuan mencetak kader pemimpin yang adaptif dan berintegritas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://gardapos.com/assets/foto/d11d00fa6d1d7ad5c89fa2dbf8708791.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Acara ini turut dihadiri sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya BKBP, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), BRIDA, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta Dinas Perikanan (Diskan).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Sebagai narasumber Wakil Bupati Pelalawan, H. Husni Tamrin, S.H., membawa isu pembangunan daerah. Ia mengajak mahasiswa untuk aktif terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat, termasuk mendorong inovasi berbasis potensi lokal seperti pengembangan UMKM dan ruang publik kreatif di Kabupaten Pelalawan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menegaskan bahwa mahasiswa dalam memahami dinamika politik modern tidak terlepas dari pengaruh dunia bisnis dan perkembangan zaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan, baik dalam dunia politik maupun ekonomi. Jadilah politisi yang menjunjung tinggi aturan dan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, ia juga mendorong mahasiswa untuk tidak hanya aktif dalam ranah organisasi, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan agar mampu bersaing dan mandiri secara ekonomi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan ini menjadi wadah pembekalan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, sekaligus membangun karakter kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada kepentingan publik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suasana diskusi sangat interaktif, Diharapkan melalui kegiatan ini, mahasiswa Universitas Riau dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah, baik melalui jalur politik maupun dunia usaha.**&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gardapos.com/assets/berita/original/2664203956-img-20260424-wa0006.jpg"/><pubDate>Fri, 24 Apr 2026 23:41:46 +0700</pubDate><guid>https://gardapos.com/read/detail/3449/training-organization-iii-bem-universitas-riau-di-kuala-terusan-wabup-h-husni-tamrin-pemuda-harus-berani-memimpin-dan-siap-dikritik</guid></item><item><title>Dewan Pers Serahkan Masukan ke Pemerintah Terkait Perlindungan  Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta</title><link>https://gardapos.com/read/detail/3448/dewan-pers-serahkan-masukan-ke-pemerintah-terkait-perlindungan--karya-jurnalistik-dalam-ruu-hak-cipta</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;GARDAPOS.COM&lt;/strong&gt; – Dewan Pers dan Kementerian Hukum Republik Indonesia memperkuat sinergi dalam mendorong perlindungan karya jurnalistik sebagai bagian penting dari kekayaan intelektual nasional melalui RUU tentang Hak Cipta. Pada kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat menyerahkan dokumen masukan terkait perlindungan karya jurnalistik ke Pemerintah, melalui Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, di Hall Dewan Pers, Jakarta, Kamis (23/4/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua Dewan Pers menyampaikan bahwa karya jurnalistik memiliki nilai intelektual, ekonomi, dan sosial yang besar bagi publik serta ekosistem media nasional. Karena itu, karya jurnalistik perlu ditegaskan sebagai ciptaan yang dilindungi dalam regulasi UU Hak Cipta yang baru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Dewan Pers memandang karya jurnalistik harus ditegaskan sebagai ciptaan yang dilindungi karena memiliki nilai intelektual, ekonomi, dan sosial bagi publik,” tegas Ketua Dewan Pers.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, revisi Undang&#45;Undang Hak Cipta menjadi momentum penting untuk memperkuat kepastian hukum bagi industri pers di tengah perubahan lanskap digital dan tantangan penggunaan konten tanpa izin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Perubahan Undang&#45;Undang Hak Cipta harus menjadi momentum memperkuat perlindungan hukum terhadap karya jurnalistik sebagai bagian dari kekayaan intelektual bangsa,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dewan Pers turut mengusulkan penerapan prinsip fair use secara proporsional, agar perlindungan hak cipta tetap sejalan dengan kepentingan publik dan akses terhadap informasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Penggunaan karya jurnalistik harus mempertimbangkan tujuan penggunaan, substansi yang diambil, serta dampaknya terhadap pasar dan nilai karya asli,” jelas Ketua Dewan Pers.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menegaskan, bahwa karya jurnalistik bukan hanya produk informasi, melainkan hasil karya intelektual yang memiliki nilai ekonomi dan peran strategis dalam menjaga demokrasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Karya jurnalistik bukan sekadar informasi yang dibaca sekali lalu berlalu, tetapi merupakan aset intelektual bernilai ekonomi yang wajib dilindungi negara,” ujar Menteri Hukum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam era akal imitasi (AI), pemerintah juga menaruh perhatian terhadap penggunaan data dan konten jurnalistik secara tidak sah. Regulasi ke depan diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang adil antara inovasi teknologi dan perlindungan hak cipta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Di era kecerdasan buatan, data jurnalistik tidak boleh diambil, dilatih, dan dikomersialisasikan tanpa izin serta tanpa kompensasi yang adil kepada pemilik hak,” tegas Menteri Hukum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua lembaga sepakat bahwa perlindungan karya jurnalistik akan memperkuat keberlanjutan industri pers, menjaga kualitas informasi publik, serta mendukung demokrasi yang sehat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Menjaga hak cipta jurnalistik berarti menjaga demokrasi, menjaga kualitas informasi, dan menjaga masa depan bangsa,” pungkas Menteri Hukum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada pun, Dewan Pers menekankan sejumlah poin penting dalam masukan RUU Hak Cipta terkait perlindungan karya jurnalistik, antara lain: Pertama, meminta DPR memasukkan secara eksplisit “karya jurnalistik” dalam definisi ciptaan yang dilindungi dalam undang&#45;undang. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan pengakuan yang tegas terhadap produk jurnalistik sebagai karya intelektual.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua, mengusulkan penghapusan sejumlah ketentuan yang dinilai berpotensi melemahkan perlindungan hak cipta, khususnya terkait penggunaan kutipan dan pengambilan berita aktual tanpa batasan yang jelas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketiga, menambahkan ketentuan yang memperjelas status wartawan sebagai pencipta dalam karya jurnalistik, serta memperkuat pengakuan terhadap hasil kerja jurnalistik yang mencakup tulisan, audio, visual, data, dan grafik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keempat, mengusulkan pengaturan masa berlaku hak cipta untuk karya jurnalistik, baik yang mengikuti masa hidup pencipta maupun yang berbasis pada waktu publikasi, guna memberikan kepastian hukum.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gardapos.com/assets/berita/original/13582681163-img-20260424-wa0052.jpg"/><pubDate>Fri, 24 Apr 2026 15:25:05 +0700</pubDate><guid>https://gardapos.com/read/detail/3448/dewan-pers-serahkan-masukan-ke-pemerintah-terkait-perlindungan--karya-jurnalistik-dalam-ruu-hak-cipta</guid></item><item><title>Dugaan Ada Perlakuan Khusus! Kasus Pencurian Besi di Kawasan PT RAPP Kembali Disorot Warga</title><link>https://gardapos.com/read/detail/3447/dugaan-ada-perlakuan-khusus-kasus-pencurian-besi-di-kawasan-pt-rapp-kembali-disorot-warga</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;GARDAPOS.COM, PANGKALAN KERINCI&lt;/strong&gt; – Pencurian besi kembali mencuat di kawasan operasional PT RAPP, Pangkalan Kerinci. Informasi yang dihimpun pada 16 April 2026 menyebutkan, bahwa material besi tersebut diduga diangkut menggunakan sebuah mobil minibus, kendaraan yang dinilai tidak lazim untuk membawa barang hasil curian dalam jumlah tertentu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peristiwa ini sontak memicu perhatian masyarakat. Salah seorang warga Pangkalan Kerinci, Mr, mempertanyakan penanganan kasus yang dinilainya tidak berjalan secara terbuka dan adil seperti kasus&#45;kasus serupa sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Mr, muncul kesan adanya tebang pilih dalam proses penanganan, sehingga memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, terkait dalam menindak dugaan pencurian di kawasan perusahaan besar tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Yang menjadi pertanyaan kami sebagai masyarakat, kenapa terkesan ada pilih kasih dalam penanganan kasus seperti ini. Jangan sampai hukum tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas,” ujar Mr kepada awak media.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menilai, jika dugaan pencurian ini benar terjadi, maka proses hukum harus dilakukan secara transparan tanpa memandang siapa yang terlibat. Sebab, perlakuan khusus terhadap pihak tertentu hanya akan memperkuat dugaan adanya permainan dalam penanganan perkara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari (APH) pihak yang berwenang untuk mengusut tuntas kasus tersebut, sekaligus menjawab keresahan publik atas dugaan adanya perlakuan berbeda dalam penegakan hukum di wilayah Pangkalan Kerinci.**&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gardapos.com/assets/berita/original/18242768046-img-20260423-wa0184.jpg"/><pubDate>Thu, 23 Apr 2026 17:19:46 +0700</pubDate><guid>https://gardapos.com/read/detail/3447/dugaan-ada-perlakuan-khusus-kasus-pencurian-besi-di-kawasan-pt-rapp-kembali-disorot-warga</guid></item><item><title>Di Tengah Arus Zaman, Marwah Adat Pelalawan Kembali Ditegakkan Lewat Penobatan HM Rojuli</title><link>https://gardapos.com/read/detail/3446/di-tengah-arus-zaman-marwah-adat-pelalawan-kembali-ditegakkan-lewat-penobatan-hm-rojuli</link><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;strong&gt;GARDAPOS.COM, PELALAWAN (LANGGAM)&lt;/strong&gt; — Tabuhan adat dan suasana khidmat menyelimuti Rumah Singgah Wazir Tengku Besar Kerajaan Pelalawan di Langgam, Kamis (23/4/2026). Di tempat itulah, sebuah prosesi sakral yang sarat makna digelar: penobatan HM Rojuli, S.Sos sebagai Datuk Raja Bilang Bungsu Orang Besar Datuk Engku Raja Lela Putra dalam tatanan adat Melayu Kerajaan Pelalawan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Di tengah derasnya perubahan zaman, prosesi itu seolah menjadi penanda bahwa adat Melayu Pelalawan masih berdiri tegak, dijaga oleh masyarakat yang tetap memegang erat warisan leluhur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Ratusan masyarakat, tokoh adat, alim ulama, hingga pemangku adat dari berbagai wilayah tampak memadati lokasi acara. Mereka datang bukan sekadar menyaksikan seremoni, melainkan ikut menjaga marwah adat yang telah diwariskan turun&#45;temurun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Prosesi penobatan dipimpin langsung oleh Wan Ahmat selaku Wazir Tengku Besar Kerajaan Pelalawan, yang dikenal sebagai salah satu tokoh penjaga tradisi dan nilai adat di negeri Pelalawan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Di sisi lain, ketidakhadiran unsur Pemerintah Kabupaten Pelalawan, meski disebut telah diundang panitia, sempat menjadi perhatian sejumlah tamu yang hadir. Namun hal itu tidak mengurangi kekhidmatan jalannya prosesi adat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Justru, suasana kebersamaan masyarakat terlihat semakin kuat. Salah satu tokoh yang turut hadir adalah HM Haris mantan bupati pada masanya bersama sejumlah pemuka adat dan tokoh masyarakat lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Hadir pula, Tengku Zulmizan Farinja Assagaff , Tarmizi Maskar selaku Panglima Besar LAMR Kabupaten Pelalawan, Penghulu Serapung, serta Ketua LAMR Pesisir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Dalam sambutannya, Tengku Zulmizan Farinja Assagaff menyampaikan bahwa dirinya hadir mewakili Kesultanan Pelalawan setelah menerima titah langsung dari Sultan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Ia juga menyampaikan permohonan maaf Sultan Pelalawan yang tidak dapat hadir karena kondisi kesehatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;“Titah pertama, saya diminta menghadap Sultan untuk memohon restu pelantikan ini. Titah kedua, saya diminta hadir langsung dalam prosesi penobatan ini,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Menurutnya, penobatan Datuk Raja Bilang Bungsu merupakan bagian penting dari rangkaian adat “togak tonggol”, menyusul wafatnya pemangku adat sebelumnya hampir satu tahun lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Dengan penobatan tersebut, kekosongan kepemimpinan adat akhirnya kembali terisi&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Dalam struktur adat Kerajaan Pelalawan, Datuk Raja Bilang Bungsu memiliki posisi penting sebagai pembuka adat sekaligus penjaga nilai&#45;nilai luhur masyarakat Melayu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Peran itu bukan hanya simbol kehormatan, tetapi juga amanah besar untuk menjaga keseimbangan sosial, menyelesaikan persoalan adat, dan menjadi penghubung antara masyarakat dengan Kesultanan Pelalawan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Pesan mendalam pun disampaikan kepada HM Rojuli yang kini mengemban amanah adat tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;“Jadilah pemimpin adat yang memiliki tahta dan wibawa di tengah masyarakat. Yang keruh dijernihkan, yang kusut diluruskan,” pesan Tengku Zulmizan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Di tengah prosesi, wajah&#45;wajah masyarakat yang hadir memancarkan kebanggaan tersendiri. Tidak sedikit yang menilai penobatan ini menjadi simbol bahwa adat Melayu Pelalawan belum kehilangan tempat di hati masyarakatnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Lebih dari sekadar seremoni, penobatan HM Rojuli menjadi gambaran tentang bagaimana masyarakat Pelalawan terus berupaya menjaga identitas budaya mereka di tengah modernisasi yang terus bergerak cepat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Sebab bagi masyarakat Melayu Pelalawan, adat bukan hanya warisan masa lalu. Ia adalah marwah, pegangan hidup, sekaligus jati diri yang harus tetap dijaga dari generasi ke generasi. (gpc)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gardapos.com/assets/berita/original/39163900905-img-20260423-wa0004.jpg"/><pubDate>Thu, 23 Apr 2026 07:55:29 +0700</pubDate><guid>https://gardapos.com/read/detail/3446/di-tengah-arus-zaman-marwah-adat-pelalawan-kembali-ditegakkan-lewat-penobatan-hm-rojuli</guid></item><item><title>Jembatan Presisi Polri di Ukui Masuk Tahap Pengerasan Jalan, AKBP John Louis Letedara Apresiasi Soliditas Personel dan Masyarakat</title><link>https://gardapos.com/read/detail/3445/jembatan-presisi-polri-di-ukui-masuk-tahap-pengerasan-jalan-akbp-john-louis-letedara-apresiasi-soliditas-personel-dan-masyarakat</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;GARDAPOS.COM, PELALAWAN&lt;/strong&gt; &#45; Program Jembatan Presisi Polri di wilayah hukum Polsek Ukui terus menunjukkan progres signifikan. Pengerjaan jembatan, Selasa (21/4/2026) sudah memasuki hari keenam, di Jalan Sinduan RT 026 RW 010, Kelurahan Ukui Satu, dan jalannya sudah mulai dilebarkan serta diperkeras menggunakan alat berat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagaimana keterangan Kapolsek Ukui AKP Ardi Surya Kusuma, S.T.K., S.I.K dari bagian Kasi Humas Polres Pelalawan (21/4) bahwa kegiatan dimulai sejak pukul 08:00 wib, dan turut terlibat dalam pengerjaan yakni 4 personel Polsek Ukui, 10 personel Satgas Darurat Jembatan Polda Riau, serta warga RT 026 RW 010 Kelurahan Ukui Satu yang bergotong royong membantu proses renovasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara, S.I.K turut mengapresiasi soliditas personel dan masyarakat dalam program ini. &quot;Jembatan Presisi Polri adalah wujud nyata kehadiran negara. Ini bukan sekadar bangunan fisik, tapi simbol kepercayaan dan kedekatan Polri dengan rakyat. Saya minta jajaran tancap gas agar manfaatnya cepat dirasakan,&quot; ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian Kapolsek Ukui, AKP Ardi Surya Kusuma, S.T.K., S.I.K, menjelaskan fokus hari ini pada tiga item pekerjaan utama. &quot;Hari ini tim melakukan pemindahan material, perbaikan dan pengerasan jalan di sekitar jembatan, serta penggalian dan pembersihan area parit. Kita gunakan 1 unit excavator, 1 mobil pick up, dan tali tambang untuk percepatan,&quot; ujarnya di lokasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jembatan yang direnovasi berlokasi di Jl. Sinduan RT 026 RW 010, Kelurahan Ukui Satu, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, pada titik koordinat 0.108352°, 102.130874°. Setelah renovasi, ukuran jembatan kini menjadi panjang 6 meter dengan lebar 4 meter, jauh lebih layak dibanding kondisi awal yang hanya 4 meter x 2,5 meter dari konstruksi batang kelapa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Progres hari keenam ini menjadi tahapan penting sebelum masuk finishing. Pengerasan jalan akses jembatan dilakukan agar struktur lebih kokoh dan aman dilalui kendaraan warga. Gotong royong antara personel Polri dan masyarakat setempat menjadi kunci percepatan pembangunan infrastruktur yang sebelumnya dikeluhkan terlalu sempit dan rawan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekira pukul 14.30 WIB, pengerjaan terpaksa dijeda sementara karena hujan lebat mengguyur wilayah Ukui. Meski demikian, situasi tetap aman dan terkendali. Pengerjaan akan dilanjutkan setelah cuaca membaik untuk memastikan Jembatan Presisi Polri segera tuntas dan bisa dimanfaatkan warga Kelurahan Ukui Satu.**&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://gardapos.com/assets/berita/original/7905965943-img-20260421-wa0044(2).jpg"/><pubDate>Wed, 22 Apr 2026 00:30:23 +0700</pubDate><guid>https://gardapos.com/read/detail/3445/jembatan-presisi-polri-di-ukui-masuk-tahap-pengerasan-jalan-akbp-john-louis-letedara-apresiasi-soliditas-personel-dan-masyarakat</guid></item></channel></rss>