GARDAPOS.COM, JAKARTA – Ekonom dan analis pasar Profesor Gema Goeyardi mengingatkan pentingnya membangun kembali kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat melalui komunikasi yang jujur, realistis, dan berbasis fakta.
Dalam podcast Bukan Kaleng-Kaleng, Gema mengibaratkan hubungan pemerintah dan rakyat seperti hubungan orang tua dan anak. Menurutnya, komunikasi yang buruk berpotensi melahirkan kesalahpahaman yang semakin melebar di tengah masyarakat.
"Problemnya adalah anak ini tidak percaya kalau bapaknya baik. Kesalahpahaman terhadap negara itu makin hari terekskalasi," ujar Gema.
Ia menilai pemerintah perlu mengurangi penyampaian janji atau target yang sulit diwujudkan tanpa penjelasan yang rasional dan terukur. Menurutnya, masyarakat saat ini semakin kritis dan mampu menilai apakah sebuah pernyataan memiliki dasar yang kuat atau sekadar narasi optimistis.
"Pemerintah harus melek bahwa rakyat itu perlu fakta. Jangan mengumbar janji-janji manis. Masyarakat sekarang sudah pintar dan bisa menghitung sendiri apakah sebuah target realistis atau tidak," katanya.
Di sisi lain, Gema juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga sikap kritis yang konstruktif. Kritik terhadap pemerintah, menurutnya, harus disampaikan dalam semangat memperbaiki keadaan, bukan sekadar menghujat atau memperkeruh suasana.
Ia menekankan bahwa masyarakat perlu membangun kemampuan bernalar dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar, terutama di era media sosial yang sarat dengan arus informasi dan disinformasi.
"Yang paling penting, masyarakat harus belajar memilah dengan nalar mana informasi yang benar, mana yang memiliki landasan yang kuat. Dan yang tidak kalah penting adalah belajar sejarah dengan benar," tegasnya.
Gema optimistis Indonesia memiliki peluang untuk menjadi negara yang lebih maju apabila pemerintah dan masyarakat mampu membangun komunikasi yang sehat, saling percaya, serta menjadikan kritik sebagai sarana perbaikan bersama menuju cita-cita Indonesia Emas.
Tulis Komentar