Dalam paparan terbarunya, Gema menyampaikan delapan rekomendasi strategis yang ditujukan kepada pemerintah. Ia menilai pembenahan tata kelola dan komunikasi publik harus menjadi prioritas agar Indonesia memiliki daya tahan yang lebih kuat menghadapi dinamika global.
"Kalau memang ada tekanan dari luar, maka jawaban terbaik adalah memperkuat diri dari dalam. Negara yang kuat adalah negara yang mampu memperbaiki kelemahannya sendiri," ujarnya.
Komunikasi Pemerintah Dinilai Perlu Dibenahi
Salah satu sorotan utama Gema adalah pola komunikasi pemerintah yang dinilai masih sering menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat maupun pelaku usaha.
Menurutnya, pemerintah perlu menghadirkan sistem komunikasi yang lebih terintegrasi dengan narasi yang konsisten dan berbasis data agar tidak memunculkan spekulasi maupun kepanikan di ruang publik.
Ia mengusulkan adanya penguatan fungsi juru bicara pemerintah sebagai pusat komunikasi resmi yang mampu menjelaskan kebijakan secara jelas dan seragam.
"Kepercayaan publik dibangun dari komunikasi yang baik. Ketika pesan pemerintah berbeda-beda, pasar dan masyarakat akan menafsirkan sendiri informasi yang mereka terima," kata Gema.
Akhiri Ego Sektoral dan Perkuat Sinergi
Selain komunikasi, Gema juga menyoroti perlunya pendekatan holistik dalam tata kelola pemerintahan.
Ia menilai koordinasi antar kementerian harus diperkuat agar berbagai program berjalan dalam satu arah yang sama dan tidak terjebak dalam ego sektoral.
Menurutnya, kebijakan yang terfragmentasi tidak hanya mengurangi efektivitas program pemerintah, tetapi juga berpotensi menurunkan kepercayaan investor terhadap kemampuan negara dalam menjalankan agenda pembangunan.
Kepastian Kebijakan Jadi Faktor Penting
Gema mengingatkan bahwa konsistensi kebijakan merupakan salah satu faktor yang paling diperhatikan oleh dunia usaha.
Ia menilai pemerintah perlu menghindari pengumuman kebijakan yang belum matang maupun perubahan aturan yang terlalu sering karena dapat menciptakan ketidakpastian ekonomi.
"Kebijakan harus terukur, berkelanjutan, dan memiliki arah yang jelas. Investor membutuhkan kepastian, bukan perubahan yang terus-menerus," ujarnya.
Dorong Investasi dan Ekspor Nasional
Dalam bidang ekonomi, Gema mengusulkan pemberian insentif yang lebih kuat kepada sektor-sektor produktif, khususnya yang berorientasi ekspor.
Menurutnya, Indonesia perlu memanfaatkan momentum untuk meningkatkan daya saing produk nasional sekaligus memperkuat cadangan devisa melalui peningkatan ekspor.
Ia menilai kebijakan yang mendukung investasi dan industri berorientasi ekspor dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Transparansi dan Kepastian Hukum
Gema juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan investasi, aset negara, dan berbagai program strategis pemerintah.
Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun kepercayaan jangka panjang dari investor maupun masyarakat.
Selain itu, ia menilai reformasi hukum harus menjadi perhatian serius karena kepastian hukum merupakan salah satu indikator utama yang digunakan investor dalam menentukan keputusan investasi.
"Kepercayaan tidak dibangun dengan slogan. Kepercayaan dibangun dengan transparansi, konsistensi, dan kepastian hukum," tegasnya.
Persatuan Nasional di Tengah Tantangan
Di akhir paparannya, Gema mengajak masyarakat untuk tetap menjaga optimisme dan persatuan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
Ia menilai kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari demokrasi yang sehat, namun harus disampaikan secara konstruktif dan berorientasi pada solusi.
Menurutnya, polarisasi yang berlebihan hanya akan memperlemah posisi Indonesia ketika menghadapi tekanan ekonomi maupun geopolitik yang semakin kompleks.
"Kita boleh berbeda pandangan, boleh mengkritik, tetapi jangan sampai kehilangan tujuan bersama. Indonesia hanya bisa kuat jika pemerintah dan rakyat berjalan dalam arah yang sama," ujarnya.
Bagi Gema, tantangan terbesar Indonesia saat ini bukan hanya persoalan ekonomi, melainkan bagaimana menjaga kepercayaan publik, memperkuat tata kelola negara, dan memastikan seluruh elemen bangsa memiliki semangat yang sama dalam menjaga kepentingan nasional di tengah ketidakpastian global yang terus berkembang.
Tulis Komentar