Dari Lahan Pangan ke Sekolah, Kapolres Pelalawan Perkuat Dua Agenda: Ketahanan Pangan dan Perlindungan Generasi Muda
Rabu, 07 Oktober 2026 - 16:16:58 WIB
(Sumber foto: Humas Polres Pelalawan)
GARDAPOS.COM, PELALAWAN — Kapolres Pelalawan AKBP Ahmad Nur Ari, S.Sos., S.I.K., M.H. menggerakkan jajaran Polres Pelalawan dalam dua agenda yang menyasar persoalan strategis masyarakat, yakni penguatan ketahanan pangan dan pencegahan narkoba serta pelanggaran lalu lintas di kalangan generasi muda.
Dua kegiatan tersebut berlangsung berurutan pada 6 dan 7 Oktober 2026. Rangkaian kegiatan memperlihatkan pendekatan kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga pencegahan dan keterlibatan langsung bersama masyarakat.
Agenda pertama digelar melalui penanaman bibit jagung pipil serentak dalam rangka mendukung program swasembada pangan 2026 di lahan Ketahanan Pangan Jalan Lintas Timur, Simpang Eko II, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Selasa (6/10/2026).
Sementara sehari berikutnya, Kapolres turun langsung ke SMAN Bernas Binsus Pangkalan Kerinci untuk memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba dan tertib berlalu lintas kepada para siswa, Rabu (7/10/2026).
Tiga Hektare Lahan Didorong Jadi Lahan Produktif
Dalam kegiatan tersebut, Polres Pelalawan bersama pemerintah daerah, perusahaan dan kelompok tani mendorong pemanfaatan lahan produktif untuk mendukung ketahanan pangan.
Kapolres menyebut penanaman jagung di lahan seluas tiga hektare tersebut merupakan bagian Kuartal IV Program Asta Cita sekaligus bentuk dukungan Polri terhadap program swasembada pangan nasional.
“Penanaman tiga hektare ini adalah Kuartal IV Program Asta Cita, dukungan aktif Polri terhadap program prioritas Presiden RI untuk swasembada pangan nasional. Kita manfaatkan lahan produktif bersama kelompok tani, masyarakat dan perusahaan agar hasilnya berkelanjutan,” tegas Ahmad Nur Ari.
Bibit jagung dan pupuk cair Fertiplus Harmoni kemudian diserahkan secara simbolis kepada kelompok tani sebelum penanaman dilakukan bersama.
Kegiatan melibatkan unsur Forkopimda Pelalawan, pemerintah kecamatan dan desa, kelompok tani serta sejumlah pihak perusahaan. Di antaranya Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Budi Surlani, Kajari Pelalawan Dr. Eka Nugraha, Ketua DPRD H. Syafrizal, jajaran Polres Pelalawan, Camat Pangkalan Kerinci Junaidi, Kepala Desa Mekar Jaya Kamaruzzaman, Kepala Desa Kuala Terusan Hendri, perwakilan PT IIS, PT RAPP serta Kelompok Tani Mutiara Tani.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa program ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada satu institusi. Produktivitas lahan, pendampingan kelompok tani, dukungan sarana produksi dan keberlanjutan hasil menjadi faktor penting agar program tidak berhenti pada kegiatan simbolis penanaman.
Sehari Berselang, Kapolres Turun ke Sekolah
Jika pada hari pertama fokus diarahkan pada lahan produktif, sehari kemudian Kapolres Pelalawan mengalihkan perhatian pada persoalan perlindungan generasi muda.
Kapolres memimpin sosialisasi bahaya narkoba dan tertib berlalu lintas di Aula SMAN Bernas Binsus Pangkalan Kerinci, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WIB dan diikuti ratusan siswa, majelis guru serta jajaran Satbinmas, Satlantas dan Satresnarkoba Polres Pelalawan.
Kepala SMAN Bernas Binsus Tati Andriani, S.Pd., M.M., mengapresiasi edukasi tersebut.
“Terima kasih kepada Kapolres dan jajaran yang peduli kepada siswa kami. Edukasi ini sangat penting untuk bekal masa depan anak-anak agar terhindar dari narkoba dan paham aturan lalu lintas,” ujarnya.
Narkoba dan Keselamatan Jalan Jadi Perhatian
Dalam penyampaian materinya, Ahmad Nur Ari menekankan bahwa narkoba bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan, pendidikan, keluarga dan masa depan generasi muda.
“Satu kali coba narkoba, masa depan hancur. Jangan pernah sentuh. Jadilah generasi cerdas, berprestasi tanpa narkoba,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para siswa mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas, termasuk menggunakan helm berstandar SNI, tidak menggunakan telepon seluler ketika berkendara dan mematuhi aturan lalu lintas.
“Kalian pelopor keselamatan. Patuh aturan bukan karena takut polisi, tapi demi keselamatan diri sendiri,” tambahnya.
Kasat Narkoba Iptu Rudi Syahputra memberikan penjelasan mengenai konsekuensi hukum penyalahgunaan narkotika, sedangkan Kasat Lantas AKP Zahratul Aulia Harun mengajak siswa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Antusiasme siswa terlihat dalam sesi tanya jawab. Sejumlah pertanyaan diarahkan pada perkembangan modus peredaran narkoba dan cara berkendara yang aman.
Dua Agenda, Satu Arah Pencegahan
Dua kegiatan dalam dua hari tersebut memiliki objek berbeda, tetapi bertemu pada satu pendekatan: pencegahan sebelum persoalan berkembang menjadi gangguan sosial dan masalah hukum.
Penanaman jagung diarahkan pada penguatan produktivitas dan ketahanan pangan masyarakat, sementara edukasi di sekolah menyasar pencegahan penyalahgunaan narkoba serta peningkatan kesadaran keselamatan berlalu lintas.
Bagi Polres Pelalawan, pendekatan tersebut menempatkan kepolisian bukan hanya sebagai institusi penegak hukum setelah pelanggaran terjadi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan sosial melalui edukasi, kemitraan dan keterlibatan masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif.
Dari lahan pangan hingga ruang kelas, pesan yang dibawa Polres Pelalawan relatif sama: membangun ketahanan masyarakat tidak cukup hanya dengan penindakan, tetapi membutuhkan pencegahan, edukasi, kolaborasi dan keberlanjutan.
Sumber : AKBP Ahmad Nur Ari,, Humas Polres Pelalawa / Editor
: APS
Tulis Komentar