Sosbud

Kapolres Pelalawan Sambangi Rumah Singgah Datuk Engku Raja Lela Putra, Perkuat Sinergi Polri dan Pemangku Adat

Ket foto: Kapolres Pelalawan AKBP Ahmad Nur Ari sambangi kediaman Datuk Engku Raja Lela Putra, Wan Ahmat, (5/10) di Kelurahan Langgam.

GARDAPOS.COM, LANGGAM — Kapolres Pelalawan AKBP Ahmad Nur Ari, S.Sos., S.I.K., M.H. memperkuat komunikasi dengan pemangku adat Melayu melalui silaturahmi dan temu ramah di Rumah Singgah Datuk Engku Raja Lela Putra, Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam, Senin (5/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 10.20 WIB tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara kepolisian, tokoh adat, pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat dan unsur pemerintahan di wilayah Langgam.

Kedatangan Kapolres disambut secara adat Melayu oleh Pucuk Perbatinan Kabupaten Pelalawan Datuk Engku Raja Lela Putra, Wan Ahmat. Sebagai bentuk penghormatan sekaligus penerimaan secara adat, Wan Ahmat memasangkan tanjak kepada Kapolres Pelalawan.

Prosesi tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian silaturahmi yang mengedepankan nilai budaya dan kearifan lokal Melayu Pelalawan.

Tanjak sebagai Simbol Penerimaan dan Amanah

Kapolres Pelalawan AKBP Ahmad Nur Ari menyampaikan apresiasi atas penyambutan secara adat tersebut.

“Sebuah kehormatan besar bagi saya dipakaikan tanjak oleh Datuk. Ini simbol kami diterima sebagai keluarga besar Melayu Pelalawan. Kami mohon tunjuk ajar untuk menjaga marwah dan Kamtibmas di negeri ini,” ujar Ahmad Nur Ari.

Menurutnya, membangun keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat dilakukan kepolisian seorang diri. Sinergi dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Pendekatan tersebut juga menjadi ruang bagi kepolisian untuk memahami nilai, tradisi serta kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.

Datuk Engku Raja Lela Putra: Jaga Tuah dan Marwah Negeri

Datuk Engku Raja Lela Putra, Wan Ahmat, menyambut baik kedatangan Kapolres Pelalawan beserta rombongan.

“Selamat datang kepada AKBP Ahmad Nur Ari di rumah singgah ini. Pemasangan tanjak ini tanda restu adat. Semoga amanah memimpin Polres Pelalawan, melindungi tuah, menjaga marwah negeri,” kata Wan Ahmat.

Pesan tersebut menempatkan hubungan antara aparat keamanan dan pemangku adat bukan hanya dalam konteks seremoni, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban masyarakat dengan tetap menghormati identitas budaya daerah.

Tanam Pohon hingga Ulasan Sejarah Adat

Selain penyambutan dan pemasangan tanjak, rangkaian kegiatan diisi dengan penanaman pohon, foto bersama, silaturahmi dan temu ramah dengan tokoh masyarakat, makan siang bersama, serta penyampaian ulasan mengenai sejarah dan silsilah Datuk Engku Raja Lela Putra.

Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Pelalawan Dedi Prianto, S.Pd. dan H. Zakri, Camat Langgam Maskandar, S.Pt., Kasat Binmas Polres Pelalawan AKP Edy Haryanto, Kasat Polair AKP Mardani Tohenes Lesa, Kapolsek Langgam Ipda Bambang Hermanto, Kepala KUA Langgam Zamhasri, para kepala desa se-Kecamatan Langgam serta personel Polres Pelalawan dan Polsek Langgam.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa silaturahmi tidak hanya melibatkan institusi kepolisian dan pemangku adat, tetapi juga unsur pemerintahan dan perwakilan masyarakat.

Polri dan Adat: Dua Pilar yang Saling Menguatkan

Dalam perspektif tata kelola keamanan masyarakat, keterlibatan tokoh adat memiliki posisi strategis, terutama di daerah yang masih kuat memegang nilai dan struktur sosial Melayu.

Polri memiliki instrumen hukum dan kewenangan penegakan keamanan, sementara tokoh adat memiliki kedekatan sosial serta pengaruh kultural di tengah masyarakat.

Keduanya dapat saling melengkapi sepanjang tetap berada dalam koridor hukum dan menghormati kewenangan masing-masing.

Silaturahmi Kapolres Pelalawan ke Rumah Singgah Datuk Engku Raja Lela Putra karena itu tidak sekadar agenda kunjungan. Pertemuan tersebut menjadi ruang membangun komunikasi, memperkuat kepercayaan dan membuka jalur koordinasi antara kepolisian dengan pemangku adat.

Ditutup dengan Tradisi Adat dan Doa Bersama

Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan prosesi memijakkan kaki ke rumah singgah sebagai bagian dari tradisi adat serta doa bersama untuk keselamatan dan kebaikan Kabupaten Pelalawan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, khidmat dan kondusif.

Pertemuan tersebut sekaligus menegaskan pesan bahwa menjaga Kamtibmas, budaya dan marwah daerah membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Bagi Pelalawan, sinergi Polri dan pemangku adat bukan sekadar menjaga keamanan hari ini, tetapi juga membangun kepercayaan sosial agar nilai budaya dan ketertiban masyarakat dapat berjalan beriringan.


[Ikuti GardaPos.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar