Pelatihan menghadirkan Ulian Burju Siadari sebagai pemakalah dan diikuti lebih dari 80 guru dari lingkungan Sekolah Taruna Andalan.
H. Azwir, S,Ag yang sebelumnya dipercaya membina guru pendidikan agama Islam dan pendidikan Pancasila di sekolah Taruna Andalan dan kini mengemban tugas sebagai pembina perpustakaan SD dan SMP Taruna Andalan ini menilai kegiatan tersebut memiliki arti strategis karena pengembangan sekolah tidak cukup hanya dilakukan melalui peningkatan sarana dan prasarana. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia, terutama kepala sekolah, guru dan pembina, merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang mampu berkembang secara berkelanjutan.
“Saya optimistis ke depannya Sekolah Taruna Andalan akan semakin maju. Kegiatan seperti ini penting karena memberikan ruang bagi para guru dan pimpinan sekolah untuk terus belajar, mengevaluasi praktik yang sudah dilakukan, kemudian mengembangkannya menjadi sesuatu yang memberikan dampak lebih besar,” ujar Azwir kepada wartawan.
Kepemimpinan Sekolah Harus Melahirkan Dampak
Menurut Azwir juga aktif sebagai anggota dewan pendidikan kabupaten Pelalawan, tema From Good Practice to Greater Impact relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini.
Praktik baik yang telah dilakukan di sekolah, kata dia, perlu terus dikembangkan agar tidak berhenti sebagai rutinitas. Pengalaman, inovasi dan metode pembelajaran yang berhasil perlu dibagikan, dievaluasi dan ditingkatkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi peserta didik maupun lingkungan sekolah.
Karena itu, penguatan kapasitas kepemimpinan menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Kepala sekolah tidak hanya dituntut mampu menjalankan administrasi pendidikan, tetapi juga harus mampu membangun budaya kerja, mendorong inovasi guru, menciptakan lingkungan belajar yang positif serta mengarahkan seluruh sumber daya sekolah pada peningkatan mutu pendidikan.
“Pemimpin di lingkungan sekolah harus mampu menggerakkan seluruh potensi yang ada. Guru juga harus terus mengembangkan kompetensinya, karena tantangan pendidikan terus berubah,” kata Azwir.
Lebih dari 80 Guru Antusias Mengikuti Pelatihan
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 80 guru. Para peserta terlihat antusias mengikuti materi yang berkaitan dengan kepemimpinan dan pengembangan profesionalisme guru.
Selain kepala-kepala sekolah, kegiatan juga memberikan perhatian terhadap pengembangan profesional bagi pembina perpustakaan dan unsur pendidik lainnya di lingkungan Sekolah Taruna Andalan.
Azwir menyebut peningkatan kompetensi guru harus menjadi proses yang berkelanjutan. Pelatihan, menurutnya, bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi harus menghasilkan perubahan yang dapat diterapkan dalam aktivitas pendidikan sehari-hari.
“Yang paling penting bukan hanya mendapatkan ilmu dari pelatihan, tetapi bagaimana ilmu tersebut diterapkan dan menghasilkan perubahan nyata di sekolah. Dari praktik yang baik, kita berharap muncul dampak yang lebih besar,” ujarnya.
Targetnya: Taruna Andalan Semakin Dikenal dan Berkembang
Lebih jauh, Azwir berharap peningkatan kapasitas tenaga pendidik dapat berjalan seiring dengan penguatan kualitas kelembagaan Sekolah Taruna Andalan.
Ia optimistis sekolah tersebut dapat semakin dikenal masyarakat dan berkembang melalui kualitas pendidikan, profesionalisme tenaga pendidik serta kepemimpinan sekolah yang semakin kuat.
Menurutnya, kemajuan sebuah sekolah tidak dapat dibangun secara instan. Dibutuhkan konsistensi, evaluasi, kolaborasi dan kemauan seluruh unsur sekolah untuk terus melakukan perbaikan.
“Harapannya ke depan Sekolah Taruna Andalan semakin dikenal, semakin maju dan mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi dunia pendidikan,” tegas Azwir.
Pelatihan Leadership & Teacher Professional Development yang diselenggarakan Yayasan Kerinci Citra Kasih tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen peningkatan profesionalisme guru dan kepemimpinan pendidikan.
Bagi Sekolah Taruna Andalan, tantangan berikutnya bukan sekadar mempertahankan praktik-praktik baik yang telah berjalan, melainkan memastikan praktik tersebut benar-benar berubah menjadi dampak nyata bagi mutu pendidikan dan masa depan peserta didik.
Tulis Komentar