GARDAPOS.COM, KAPUAS HULU – Kehadiran TNI di wilayah perbatasan tidak hanya identik dengan tugas menjaga kedaulatan negara. Di tengah tantangan keterbatasan infrastruktur dan kebutuhan dasar masyarakat, prajurit juga dituntut hadir sebagai solusi. Komitmen itu kembali ditunjukkan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad dengan menyalurkan 4.000 liter air bersih secara gratis kepada warga Desa Pesayah, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Senin (3/8/2026).
Aksi kemanusiaan yang digelar melalui Pos Komando Taktis (Kotis) tersebut merupakan respons cepat terhadap kebutuhan air bersih masyarakat di kawasan perbatasan RI–Malaysia. Menggunakan truk tangki, personel Satgas mendistribusikan air bersih langsung ke permukiman warga guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari air minum, memasak hingga sanitasi keluarga.
Langkah tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengamanan perbatasan tidak semata berorientasi pada aspek pertahanan, tetapi juga menyentuh dimensi sosial dan kemanusiaan melalui pembinaan teritorial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Komandan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 13/Nanggala, Letkol Arm Rokib Hanafi, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa prajurit Nanggala memegang komitmen untuk selalu hadir membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan.
"Tugas kami bukan hanya menjaga kedaulatan wilayah perbatasan, tetapi juga menjadi pelopor dalam mengatasi kesulitan masyarakat di sekitar penugasan, termasuk memastikan ketersediaan air bersih bagi warga," tegasnya.
Sebanyak 4.000 liter air bersih disalurkan kepada masyarakat Desa Pesayah. Bantuan tersebut menjadi angin segar bagi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber air layak konsumsi.
Kedatangan truk tangki Satgas disambut antusias masyarakat. Warga tampak membawa berbagai wadah penampung air dan mengapresiasi kepedulian prajurit TNI yang dinilai selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
Distribusi air bersih berlangsung tertib, aman, dan lancar. Lebih dari sekadar bantuan logistik, kegiatan ini memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus menunjukkan bahwa kehadiran negara di wilayah terdepan tidak hanya diwujudkan melalui pengamanan perbatasan, tetapi juga melalui pelayanan kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat.
Di tengah tantangan geografis kawasan perbatasan, aksi Satgas Yonarmed 13/Nanggala menjadi gambaran nyata bahwa pertahanan negara berjalan beriringan dengan pengabdian sosial, menjadikan prajurit bukan hanya penjaga batas negara, tetapi juga sahabat dan pelindung masyarakat di garis terdepan Indonesia.
Tulis Komentar