Pertemuan yang berlangsung di kediaman Sultan di Pekanbaru sejak pukul 08.00 WIB tersebut tidak sekadar menjadi agenda perpisahan. Silaturahmi itu menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara institusi kepolisian dengan Kesultanan Pelalawan sebagai bagian dari elemen adat dan masyarakat yang memiliki peran dalam menjaga ketertiban serta keharmonisan sosial.
Kapolres hadir bersama sejumlah pejabat utama Polres Pelalawan, yakni Kasat Intelkam AKP Deddy Hendra Cipta Tobing, Kasat Lantas AKP Zahratul Aulia Harun, Kasat Polair AKP Mardani Tohenes, dan Kasat Narkoba Iptu Rudi Syahputra.
Sementara dari Kesultanan Pelalawan turut hadir Pangeran Muda H. Tengku Kashar Haroen, Putra Mahkota Tengku Amri Fuad, serta Juru Bicara Kesultanan Datuk Bendahara H. T. Zulmizan Farinja Assegaff.
“Datang Tampak Muka, Pergi Tampak Punggung”
Dalam suasana penuh keakraban, Kapolres menyampaikan terima kasih kepada Sultan dan jajaran Kesultanan Pelalawan atas dukungan selama dirinya menjalankan tugas di Kabupaten Pelalawan.
“Terima kasih kepada Sultan dan perangkat Kesultanan telah memberikan waktu menerima kunjungan kami. Bak kata pepatah, datang tampak muka, pergi tampak punggung. Kami datang tahun lalu sebagai pejabat baru dan saat ini kami datang lagi karena sudah ada pejabat baru yang menggantikan kami. Terima kasih atas dukungan Sultan selama bertugas di Pelalawan,” ujar John Louis Letedara.
Pernyataan tersebut sekaligus menandai berakhirnya masa pengabdian John Louis Letedara sebagai Kapolres Pelalawan sebelum menjalankan penugasan di tempat baru.
Kesultanan Apresiasi Penjagaan Kamtibmas
Juru Bicara Kesultanan Pelalawan, Datuk Bendahara Drs. H. T. Zulmizan Farinja Assegaff, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Kapolres dan jajaran Polres Pelalawan atas pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bertugas.
“Terima kasih kepada Kapolres dan keluarga besar Polres Pelalawan yang telah menjaga Harkamtibmas. Kami mewakili masyarakat adat mengucapkan selamat atas penugasan baru, semoga amanah, sehat, lancar dan sukses di tempat kerja yang baru,” ujarnya.
Apresiasi tersebut menunjukkan bahwa hubungan kepolisian dengan unsur adat tidak hanya dibangun melalui kegiatan formal, tetapi juga melalui komunikasi dan silaturahmi yang berlangsung secara langsung.
Pesan Sultan: Pemimpin Harus Mengasihi Tuhan dan Sesama
Dalam pertemuan tersebut, Sultan Pelalawan ke-10 turut menyampaikan pesan kepada Kapolres yang akan melanjutkan pengabdian di tempat baru.
“Jadilah pemimpin yang baik bagi masyarakat. Harus mengasihi Tuhan sebagai pencipta dan juga sesama manusia dengan sebaik-baiknya. Semoga Kapolres selalu dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.”
Pesan tersebut menempatkan kepemimpinan bukan semata-mata pada jabatan, tetapi juga pada tanggung jawab moral seorang pemimpin dalam memperlakukan masyarakat.
Sinergi Polri dan Adat Menjadi Modal Sosial
Pertemuan berlangsung dalam suasana haru dan kekeluargaan. Bagi Polres Pelalawan, hubungan baik dengan Kesultanan Pelalawan merupakan bagian dari komunikasi sosial dengan tokoh adat dan masyarakat.
Dalam konteks daerah yang memiliki sejarah, adat dan identitas budaya yang kuat, komunikasi antara aparat keamanan dan tokoh adat menjadi salah satu ruang membangun kepercayaan publik.
Silaturahmi tersebut kemudian ditutup pada pukul 09.00 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.
Pergantian pejabat kepolisian merupakan bagian dari dinamika organisasi. Namun, hubungan kelembagaan dan sosial yang telah terbangun di daerah diharapkan tetap berlanjut.
Kapolres boleh berganti, tetapi komitmen menjaga keamanan, menghormati adat dan merawat marwah daerah harus tetap berlanjut. Polres Pelalawan: “Melindungi Tuah, Menjaga Marwah.”
Tulis Komentar