Nasional

Di Tengah Areal Kebun Sawit PT ADEI, Polisi Kawal Harapan Pangan: Jagung Pipil Tumbuh Subur di Desa Telayap

(Sumber foto: Kasi Humas Mapolres Pelalawan, Istimewa).

GARDAPOS.COM, PELALAWAN — Hamparan hijau tanaman jagung tampak tumbuh rapi di tengah areal HGU PT Adei, Desa Telayap, Kecamatan Pelalawan, Kamis (14/5/2026) siang. Di bawah terik matahari, seorang anggota Bhabinkamtibmas terlihat menyusuri lahan sambil memeriksa kondisi tanaman yang tengah memasuki masa pemupukan.

Ia adalah BRIPKA Rusdi, Bhabinkamtibmas Desa Telayap yang turun langsung melakukan monitoring lahan ketahanan pangan seluas satu hektare sebagai bagian dari program swasembada pangan nasional tahun 2026.

Di kawasan yang selama ini identik dengan perkebunan sawit itu, lahan jagung pipil mulai menghadirkan harapan baru bagi ketahanan pangan masyarakat.

Tanaman jagung yang ditanam di lokasi tersebut terpantau tumbuh subur dan dalam kondisi perawatan yang baik. Proses pemupukan dilakukan untuk menjaga kualitas pertumbuhan agar hasil panen nantinya sesuai target produksi.

Bagi jajaran kepolisian di wilayah Pelalawan, pengawasan lahan pangan bukan sekadar kegiatan seremonial. Kehadiran polisi di tengah lahan pertanian disebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya menjaga ketersediaan pangan di daerah.

Kasubsektor Pelalawan, Fernando Purba, mengatakan pihaknya terus melakukan pendampingan agar program ketahanan pangan berjalan optimal.

“Kami turun langsung untuk memastikan lahan ketahanan pangan di wilayah kami terawat dengan baik. Kehadiran Bhabinkamtibmas merupakan bentuk dukungan Polri agar program ini benar-benar berhasil dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara kepolisian, perusahaan (PT ADEI), dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program tersebut.

Monitoring rutin juga dilakukan untuk memastikan setiap kendala di lapangan dapat segera ditangani, mulai dari perawatan tanaman hingga kesiapan produksi menjelang masa panen.

Di Desa Telayap, program ketahanan pangan kini bukan hanya soal menanam jagung. Lebih dari itu, program tersebut menjadi simbol kolaborasi antara aparat, perusahaan, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pangan di masa depan.

Sore itu, aktivitas monitoring berakhir sekitar pukul 15.00 WIB dalam situasi aman dan kondusif. Namun di balik kegiatan sederhana tersebut, tersimpan harapan besar agar lahan-lahan pangan yang mulai tumbuh di Pelalawan dapat menjadi penopang kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. (*/gp1)


[Ikuti GardaPos.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar