Pariwisata

Wisata Itu Tidak Harus Megah, Basuki: Z-Park Pangkalan Kerinci Skyland Terus Mengalami Peningkatan

Ket gbr: (Baju Biru) Basuki pengelola Z-Park Pangkalan Kerinci Skyland. (21/4) (Foto Ist).

GARDAPOS.COM, PELALAWAN - Keberadaan Z-Park Kerinci Skyland di Kabupaten Pelalawan yang dikelola oleh Koperasi Berkah Orang Miskin bukan sekadar destinasi wisata biasa. Lebih dari itu, ini merupakan wujud nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya kalangan kurang mampu.

Z-Park ini bukti kalau wisata tidak harus megah. Cukup kasih ruang publik dan di kelola lewat koperasi yang tepat sasaran, efek ekonominya langsung ke akar rumput. Secara kategori resmi, Z Park Skyland Pangkalan Kerinci masuk kategori "tourist attraction" atau daya tarik wisata. Dia masuk model Wisata Berbasis Masyarakat/Community Based Tourism dengan koperasi sebagai motornya.

Sebagaimana keterangan Basuki selaku Pengelola Z-Park Skyline, Selasa (21/4) kepada gardapos mengungkapkan, bahwa sejak pertama kali dibuka pada April 2025, Z-Park terus mengalami peningkatan signifikan, baik dari sisi jumlah pengunjung maupun pengembangan kawasan wisata.

“Alhamdulillah, sejak dibuka hingga sekarang, perkembangan Z-Park cukup pesat. Ini bisa dilihat dari meningkatnya jumlah pengunjung dan penambahan berbagai wahana baru,” ungkap Basuki.

Beberapa wahana yang kini menjadi daya tarik utama di antaranya seluncuran Rainbow Slide yang disebut sebagai yang terpanjang dan terlebar di Provinsi Riau, wahana permainan anak-anak, hingga permainan modern seperti mobil remot excavator, offroad, dan drift.

Dari sisi keamanan, Basuki memastikan bahwa seluruh wahana telah memenuhi standar keselamatan, sehingga Z-Park benar-benar menjadi destinasi wisata yang ramah bagi keluarga dan anak-anak. “Keamanan menjadi prioritas utama kami dan memastikan pengunjung, khususnya anak-anak dan keluarga, merasa aman dan nyaman saat berwisata di sini,” pungkasnya.

Lebih jauh, Basuki menegaskan bahwa keberadaan Z-Park tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat. Saat ini, terdapat lebih dari 420 mustahik yang menjadi pemilik saham, di mana seluruh keuntungan dari pengelolaan Z-Park akan kembali kepada mereka.

Selain itu, Z-Park juga telah menyerap tenaga kerja lokal, termasuk melibatkan anak-anak dari para mustahik, serta mendorong pertumbuhan UMKM yang kini berkembang pesat di sekitar kawasan wisata.

Meski tidak membahas dari sisi hukum secara mendalam, dari perspektif manfaat dan ekonomi, model ini dinilai sangat positif. Ia membuka peluang bagi masyarakat untuk tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga pelaku usaha yang mandiri.

Momentum ini, menurut Juhendri dari Gerakan Pemuda Peduli Pelalawan (GP3), harus dimanfaatkan untuk mendorong lahirnya lebih banyak destinasi wisata di Kabupaten Pelalawan. Dengan semakin banyaknya objek wisata, maka potensi menarik wisatawan lokal maupun luar daerah juga semakin besar. (gp1)


[Ikuti GardaPos.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar