Karhutla 2019 di pelalawan

Sekda Pelalawan Tengku Mukhlis: Saya Tak Berani Berpendapat Terkait Saran FORMASI RIAU

(Foto.Istimewa) Prajurit TNI dari Kodim 0313/KPR lakukan pemadaman akibat terbakarnya lahan gambut di Lokasi arah jembatan sering, Senin (5/8) petang.

GARDAPOS.COM, PELALAWAN - Melihat situasi Karhutla di Kabupaten Pelalawan saat ini sangat menghawatirkan, Senin (5/8) lokasi titik api di Jembatan Sering, Kec. Pelalawan-Riai kembali meluluh lantahkan lahan gambut yang kering akibat cuaca ekstrim panas.

Sejauh mata memandang media yang bertugas di Pelalawan belum ada paparan/rilis klarifikasi data pasti dari tim Satgasgab Kabupaten terhadap bencana Karhutla yang telah memporak porandakan lahan gambut di Kabupaten Pelalawan beberapa minggu ini.

Dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat ulah oknum masyarakat khususnya korporasi dalam hal ini tidak bisa ditampik lagi berperan besar dalam mempercepat kerusakan alam, kemudian juga diduga keras oknum masyarakat dari kalangan pemerintah baik pusat atau daerah sangat berperan besar mempercepat rusaknya ekosistim lingkungan gambut di Pelalawan-Riau khususnya dengan modus mindsite kesejahteraan dalam ekonomi, namun faktanya sekarang jauh panggang dari api!

Melihat situasi tersebut pada, Jum'at (2/8/2019) lalu melalui pesan WhatsApp FORMASI RIAU minta gubri berkantor sementara waktu di kabupaten pelalawan sebagai tanggungjawab sosial kepada masyarakat pelalawan karena karhutla yang tidak kunjung berhenti hingga malam ini..., ujarnya.

Namun sayang, sebagaimanapun saran yang disampaikan, pendapat berbeda saat terkonfirmasi dengan Pak Sekda Pelalawan, Tengku Mukhlis terkait hal tersebut dijawab pasrah, "Sy tak berani berpendapat. Kami fokus kpd koordinasi upaya pemadaman dan antisipasi dampak. Tapi kalau memang itu terbaik utk banyak kalangan, kami ikut aj. Tks," jelasnya (via WhatsApps, 2/8/2019). (gp1)


[Ikuti GardaPos.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar