SAJADA Polsek Langgam Perkuat Kamtibmas dari Masjid, Warga Diajak Lawan Narkoba dan Hoaks

Selasa, 13 Oktober 2026

GARDAPOS.COM, PELALAWAN — Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak cukup hanya melalui patroli dan penegakan hukum. Komunikasi langsung, pendekatan keagamaan, serta keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun keamanan dari lingkungan terkecil.

Pendekatan tersebut dilakukan Polsek Langgam melalui Gerakan SAJADA (Safari Jamaah Berdaya) di Masjid Al Inayah, Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Selasa (13/10/2026) dini hari.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 05.10 WIB itu diisi dengan salat Subuh berjamaah dan penyampaian pesan kamtibmas kepada jemaah. Sebanyak 13 jemaah mengikuti kegiatan yang dilaksanakan Kanit Samapta Polsek Langgam BRIPKA Sunardi bersama Bhabinkamtibmas Desa Segati AIPDA Samsul Bahri Lubis.

Safari Subuh ini menjadi ruang komunikasi antara kepolisian dan masyarakat untuk memperkuat silaturahmi, menyampaikan imbauan keamanan, sekaligus mendorong partisipasi warga dalam mencegah potensi gangguan di wilayahnya.

Narkoba, Perjudian, dan Hoaks Jadi Perhatian

Dalam penyampaian pesan kamtibmas, petugas mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penyalahgunaan narkoba, perjudian, serta berbagai persoalan sosial yang berpotensi mengganggu ketenteraman lingkungan.

Warga juga diajak menjaga kerukunan, toleransi, dan persatuan di tengah kehidupan bermasyarakat. Pesan ini menekankan bahwa keamanan bukan semata-mata persoalan penindakan setelah pelanggaran terjadi, melainkan juga upaya pencegahan melalui kepedulian dan komunikasi antarwarga.

Perhatian turut diarahkan pada penyebaran informasi melalui media sosial. Masyarakat diimbau memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya agar tidak ikut menyebarkan hoaks, provokasi, maupun kabar yang dapat memicu keresahan.

Di tengah derasnya arus informasi digital, sikap kritis masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga stabilitas sosial. Informasi yang belum terverifikasi dapat memperbesar kesalahpahaman, merusak hubungan antarwarga, bahkan memicu konflik apabila disebarkan tanpa pertimbangan.

Pencegahan Karhutla Perlu Keterlibatan Masyarakat

Selain persoalan sosial dan informasi digital, petugas mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ikut menjaga kelestarian lingkungan.

Bagi wilayah yang memiliki kawasan hutan dan perkebunan, pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian bersama. Warga diharapkan segera menyampaikan informasi kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi kebakaran atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.

Dalam konteks ini, komunikasi antara Bhabinkamtibmas dan masyarakat dapat menjadi saluran untuk menyampaikan informasi awal, sehingga potensi gangguan keamanan maupun keadaan darurat dapat ditindaklanjuti lebih cepat oleh instansi yang berwenang.

Kapolsek: Keamanan Bukan Hanya Tanggung Jawab Polisi

Kapolsek Langgam IPDA Bambang Hermanto, S.H., M.H., mengatakan Gerakan SAJADA merupakan upaya Polri mendekatkan diri kepada masyarakat melalui kegiatan keagamaan dan komunikasi secara langsung.

“Melalui Gerakan SAJADA, kami ingin membangun kedekatan dan memperkuat silaturahmi antara Polri dengan masyarakat. Kami berharap kehadiran anggota Polri dalam kegiatan keagamaan seperti salat Subuh berjamaah dapat menjadi sarana untuk menjalin komunikasi yang baik, menyerap aspirasi masyarakat, serta menumbuhkan kepercayaan publik terhadap Polri,” ujar Bambang.

Ia menegaskan, terciptanya situasi yang aman dan kondusif membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Karena itu, warga tidak hanya diharapkan mematuhi hukum, tetapi juga berperan dalam mencegah munculnya persoalan di lingkungan masing-masing.

“Keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat. Kami mengajak masyarakat untuk menjauhi narkoba dan perjudian, tidak mudah percaya pada hoaks, menjaga kerukunan, serta segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas di lingkungannya,” tambahnya.

Menurut Bambang, sinergi kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun lingkungan yang aman dan damai. Komunikasi yang terbuka juga diharapkan memberi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi serta persoalan yang membutuhkan perhatian aparat.

Pendekatan Humanis Harus Berjalan Bersama Penegakan Hukum

Gerakan SAJADA memperlihatkan pendekatan preventif kepolisian melalui ruang sosial dan keagamaan. Masjid menjadi tempat membangun komunikasi, menyampaikan pesan pencegahan, serta memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat.

Namun, efektivitas pendekatan semacam ini tidak cukup diukur dari terlaksananya kegiatan seremonial. Keberlanjutan komunikasi, tindak lanjut terhadap laporan warga, respons atas potensi gangguan keamanan, dan konsistensi penegakan hukum tetap menjadi unsur penting dalam menjaga kepercayaan publik.

Polsek Langgam menyatakan akan terus mengedepankan pendekatan humanis serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kamtibmas. Kegiatan di Masjid Al Inayah tersebut berlangsung aman dan terkendali.

Pada akhirnya, keamanan lingkungan tidak hanya dibangun melalui kehadiran aparat, tetapi juga melalui kesadaran warga untuk saling menjaga, menolak narkoba dan perjudian, menyaring informasi, serta segera melaporkan potensi gangguan kepada pihak berwenang.

Melalui Gerakan SAJADA, Polsek Langgam mendorong pesan bahwa menjaga kamtibmas dimulai dari kedekatan, kepedulian, dan kerja bersama antara polisi dan masyarakat.