BUKA HELAT PELALAWAN KE-27, ZUKRI TEKANKAN GOTONG ROYONG DAN PENGUATAN EKONOMI RAKYAT

Jumat, 09 Oktober 2026

GARDAPOS.COM, PELALAWAN – Bupati Pelalawan Zukri menegaskan bahwa Helat Pelalawan bukan sekadar perayaan hari jadi daerah atau ajang hiburan masyarakat. Lebih dari itu, helat harus menjadi momentum memperkuat persatuan, gotong royong, silaturahmi, serta menggerakkan perekonomian masyarakat di tengah keterbatasan keuangan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Zukri saat membuka Helat Pelalawan ke-27 di halaman Kantor Bupati Pelalawan, Pangkalan Kerinci, Kamis malam (8/10/2026). Perhelatan yang berlangsung hingga 12 Oktober 2026 itu digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pelalawan ke-27.

Pembukaan helat turut diisi laporan Ketua Panitia, Asisten I Setdakab Pelalawan Zulkifli, yang memaparkan rangkaian kegiatan budaya, keagamaan, hiburan rakyat, serta dukungan fasilitas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam sambutannya, Zukri mengajak masyarakat memaknai helat sebagai ruang kebersamaan yang memiliki nilai sosial dan ekonomi, bukan semata-mata keramaian.

“Helat bukanlah beramai-ramai, tapi helat adalah menyambung hati,” ujar Zukri, menekankan bahwa perayaan daerah semestinya mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Di Tengah Keterbatasan Anggaran, Kebersamaan Jadi Kekuatan

Zukri menyebut tema Helat Pelalawan ke-27, “Mola Awak Bangun Pelalawan”, sebagai ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah.

Menurutnya, tantangan keuangan daerah tidak seharusnya memutus semangat pembangunan. Sebaliknya, situasi tersebut menuntut kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Dalam kondisi yang sulit, keuangan daerah yang sulit hari ini, kebersamaanlah yang bisa membuat negeri ini akan terus maju,” katanya.

Pesan itu menempatkan Helat Pelalawan bukan hanya sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi juga sebagai ruang konsolidasi sosial yang mempertemukan berbagai kelompok masyarakat dalam semangat membangun daerah.

Zukri juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, peserta, paguyuban, pelaku UMKM, serta perusahaan yang berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia menilai dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan helat, termasuk untuk menghadirkan pertunjukan seni budaya dan hiburan rakyat selama rangkaian kegiatan berlangsung.

180 Tenda Gratis, UMKM Didorong Mengais Rezeki

Salah satu sorotan utama dalam Helat Pelalawan ke-27 adalah peningkatan fasilitas bagi pelaku UMKM. Pemerintah Kabupaten Pelalawan menyediakan 180 tenda atau ruang usaha secara gratis bagi pedagang yang berpartisipasi.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, ketika pemerintah menyiapkan 150 tempat bagi pelaku UMKM.

“Artinya, helat akan menjadi tempat saudara kita mengais rezeki dan tentu helat ini akan bisa menumbuhkan dan menggerakkan ekonomi Kabupaten Pelalawan yang kita cintai,” ungkap Zukri.

Ketua Panitia Helat Pelalawan ke-27, Zulkifli, dalam laporannya juga menyampaikan bahwa panitia telah menyediakan 150 tenda kerucut dan 30 tenda lainnya untuk mendukung aktivitas UMKM selama kegiatan berlangsung.

Fasilitas tersebut diberikan secara cuma-cuma dengan harapan para pedagang memperoleh kesempatan meningkatkan pendapatan melalui meningkatnya kunjungan masyarakat selama perhelatan.

Langkah ini memperlihatkan salah satu fungsi strategis kegiatan daerah: menghadirkan ruang promosi dan transaksi bagi usaha kecil sekaligus membuka peluang perputaran uang di tengah masyarakat.

Namun, dampak ekonomi helat pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh jumlah tenda yang disediakan. Manfaatnya juga bergantung pada jumlah pengunjung, daya beli masyarakat, omzet pedagang, serta keberlanjutan dukungan terhadap UMKM setelah kegiatan berakhir.

Bupati Ungkap Kemiskinan Pelalawan Turun Menjadi 7,2 Persen

Dalam sambutannya, Zukri turut menyampaikan perkembangan angka kemiskinan Kabupaten Pelalawan. Ia menyebut angka kemiskinan pada 2025 turun dari 8 persen menjadi 7,2 persen.

“Semoga pemerintah terus bisa bekerja keras supaya angka kemiskinan semakin turun dan berharap tidak ada orang miskin di Kabupaten Pelalawan yang kita cintai ini,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak cukup diukur melalui kemeriahan perayaan atau banyaknya agenda yang diselenggarakan. Peningkatan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi pekerjaan utama yang membutuhkan program berkelanjutan.

Penurunan angka kemiskinan yang disampaikan Bupati merupakan perkembangan positif menurut data yang dirujuknya. Untuk menilai lebih jauh, diperlukan pula penelusuran data statistik resmi, perubahan jumlah penduduk miskin, kondisi lapangan kerja, dan pemerataan kesejahteraan antarkecamatan.

Dengan demikian, momentum hari jadi daerah dapat menjadi kesempatan untuk menghubungkan capaian pembangunan dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Kirab Budaya hingga Wali Band Meriahkan Helat Pelalawan

Sementara itu, Ketua Panitia Zulkifli menjelaskan, rangkaian Helat Pelalawan ke-27 berlangsung selama lima hari, mulai 8 hingga 12 Oktober 2026.

Pada hari pertama, kegiatan diawali kirab budaya yang melibatkan sekolah, desa, organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, dan paguyuban. Zulkifli menyebut peserta kirab mencapai tidak kurang dari 10.000 orang.

Agenda selanjutnya diisi penampilan anak-anak PAUD dan TK, pertunjukan seni budaya, senam artistik, kolaborasi nasyid dan Pramuka, serta berbagai penampilan sanggar seni.

Pada Minggu (11/10/2026), panitia menjadwalkan kegiatan selawat bersama Hadad Alwi dari Jakarta. Sementara itu, Senin (12/10/2026), rangkaian hari jadi dilanjutkan dengan apel peringatan Hari Jadi Kabupaten Pelalawan di halaman Kantor DPRD, kemudian rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Pelalawan.

Pada malam penutupan, masyarakat dijadwalkan menikmati panggung hiburan rakyat dengan penampilan Wali Band dari Jakarta.

Beragam agenda tersebut diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati seni, budaya, dan hiburan sekaligus memperkuat identitas daerah.

Helat Harus Meninggalkan Manfaat, Bukan Sekadar Kemegahan

Dari rangkaian kegiatan dan pesan yang disampaikan dalam pembukaan, terdapat tiga hal yang menjadi inti Helat Pelalawan ke-27: mempererat hubungan sosial, membuka peluang ekonomi bagi UMKM, dan memperkuat semangat pembangunan bersama.

Tema “Mola Awak Bangun Pelalawan” mengandung pesan bahwa pembangunan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah. Partisipasi masyarakat, dukungan dunia usaha, serta kerja sama antarlembaga merupakan bagian penting dalam membangun daerah.

Di sisi lain, penyelenggaraan helat juga menghadirkan tantangan bagi pemerintah daerah untuk memastikan kegiatan tersebut memberikan manfaat yang terukur. Evaluasi terhadap omzet UMKM, perputaran ekonomi, partisipasi masyarakat, dan efektivitas penggunaan sumber daya dapat menjadi dasar perbaikan penyelenggaraan pada tahun berikutnya.

Pada usia ke-27, Kabupaten Pelalawan memiliki momentum untuk menjadikan perayaan hari jadi sebagai refleksi bersama: sejauh mana pembangunan telah meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membuka kesempatan ekonomi secara lebih merata.

Helat boleh berlangsung meriah, panggung boleh dipenuhi hiburan, dan masyarakat boleh bersuka cita. Namun, nilai terpentingnya adalah ketika kebersamaan yang terbangun selama perayaan berlanjut menjadi kerja nyata untuk mewujudkan Pelalawan yang semakin maju dan sejahtera.

Laporan: redaksi gardapos.com