HPN 2027 Tak Sekadar Seremoni, PWI dan JMSI Dorong Pers Lebih Inklusif, Profesional, dan Independen

Jumat, 25 September 2026

(Sumber foto: PWI/JMSI)

GARDAPOS.COM, JAKARTA — Hari Pers Nasional (HPN) 2027 didorong menjadi momentum evaluasi dan penguatan kualitas pers nasional, bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Profesionalisme wartawan, independensi media, kesejahteraan pekerja pers, serta perlawanan terhadap hoaks dan informasi menyesatkan menjadi isu yang mengemuka dalam pertemuan PWI dan JMSI.

Hal tersebut dibahas Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir dan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa saat bertemu di Kantor PWI, Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya menjadikan HPN sebagai ruang bersama bagi masyarakat pers untuk mengevaluasi kualitas karya jurnalistik sekaligus kontribusi pers terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Teguh menilai tantangan pers semakin kompleks di tengah transformasi digital. Kredibilitas media, independensi jurnalistik dan kemampuan masyarakat memilah informasi menjadi semakin penting ketika hoaks, informasi menyesatkan dan ujaran kebencian mudah beredar melalui berbagai platform.

“Secara umum HPN juga menyoroti pentingnya peningkatan profesionalisme yang sejalan dengan kesejahteraan ekonomi para pekerja media agar tetap teguh menjalankan prinsip independensi,” kata Teguh, yang pernah menjabat Direktur Utama Perum LKBN Antara dan kini menjadi Ketua Dewan Pengawas Antara.

HPN 2027 Digelar di Lampung

HPN 2027 memiliki format berbeda dari penyelenggaraan pada tanggal biasanya. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985, 9 Februari ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional. Keppres tersebut masih berstatus berlaku.

Untuk penyelenggaraan 2027, PWI telah menetapkan Provinsi Lampung sebagai tuan rumah HPN sekaligus Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas). PWI menyebut kedua agenda tersebut akan dilaksanakan bersamaan pada pekan kedua April 2027, karena periode 9 Februari 2027 bertepatan dengan Ramadan.

Perubahan waktu penyelenggaraan ini membuat HPN 2027 tidak hanya menjadi agenda peringatan, tetapi juga momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan profesionalisme insan pers.

Dorong HPN Lebih Inklusif

Akhmad Munir menekankan pentingnya keterlibatan lebih luas dalam penyelenggaraan HPN 2027.

“Kami ingin agar HPN 2027 nanti bisa lebih inklusif dan melibatkan semua konstituen Dewan Pers,” ujar Akhmad Munir.

Ketua Bidang Pendidikan PWI, Agus Sudibyo, menjelaskan bahwa prinsip inklusivitas tersebut diharapkan diterapkan sejak tahap perencanaan, penyusunan program hingga pelaksanaan kegiatan.

Dengan pendekatan tersebut, HPN tidak hanya menjadi panggung organisasi tertentu, tetapi diharapkan menjadi ruang dialog bagi berbagai unsur dalam ekosistem pers nasional.

Pengalaman HPN 2016 Jadi Referensi

Dalam pertemuan itu, Teguh Santosa turut membagikan pengalamannya ketika memimpin Panitia HPN 2016 di Nusa Tenggara Barat.

Saat itu, HPN diwarnai sejumlah kegiatan yang dirancang untuk memperluas jejaring dan interaksi masyarakat pers. Salah satunya pelayaran wartawan dari Dermaga Madura Ujung, Surabaya, menuju Lombok menggunakan KRI Makassar-590 yang diikuti hampir 300 wartawan.

Selain kegiatan internal pers, agenda tersebut diisi seminar, kegiatan keagamaan, olahraga dan kegiatan kreatif. HPN 2016 juga menghadirkan Business Forum yang disebut dihadiri lebih dari 30 duta besar negara sahabat.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu referensi bagi Teguh dalam melihat HPN sebagai ruang yang dapat menggabungkan refleksi profesi, penguatan jejaring, diskusi kebangsaan dan kontribusi pers terhadap masyarakat.

JMSI Nyatakan Dukungan

Dalam pertemuan tersebut, JMSI menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan HPN 2027 di Lampung.

“JMSI mendukung penuh penyelenggaraan HPN 2027. Saya yakin, HPN 2027 akan lebih hebat,” kata Teguh.

Teguh hadir memenuhi undangan PWI didampingi Ketua Harian JMSI Ari Rahman. Sementara Akhmad Munir didampingi Sekjen PWI Marthen Selamet Susanto, Wakil Sekjen Kadirah, dan Ketua Bidang Pendidikan Agus Sudibyo.

Dengan Lampung telah ditetapkan sebagai tuan rumah dan HPN 2027 akan digelar bersamaan dengan Porwanas, perhatian berikutnya berada pada bagaimana agenda tersebut diterjemahkan menjadi program yang substantif: memperkuat kualitas jurnalistik, menjaga independensi, meningkatkan profesionalisme dan memperluas keterlibatan unsur pers.