
Ket foto: Penutupan kegiatan TMMD ke-129 Kodam XIX/TT, Kamis (13/8/2026) di Desa Pangkalan Terap, Kabupaten Pelalawan. (Sumber foto: gardapos).
GARDAPOS.COM, PELALAWAN – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Pangkalan Terap, Kabupaten Pelalawan, resmi ditutup, Kamis (13/8/2026). Penutupan tidak sekadar menandai berakhirnya rangkaian kegiatan pembangunan fisik dan nonfisik, tetapi juga memperlihatkan persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat, terutama keterbatasan aksesibilitas dan kebutuhan pembangunan yang berkelanjutan.
Dalam laporan pelaksanaan TMMD, sejumlah sasaran pembangunan di Desa Pangkalan Terap dilaporkan telah mencapai 100 persen. Di antaranya pembangunan dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta tiga unit MCK.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga menggelar berbagai program nonfisik berupa penyuluhan kepada masyarakat. Materinya mencakup penyuluhan pertanian, keluarga, bahaya narkoba, hukum, ketahanan pangan, kesehatan serta berbagai edukasi lainnya yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat.
Program tambahan TMMD juga mencakup pembangunan dua unit RTLH, dua unit MCK, pembangunan dua unit sarana air bersih, dukungan terhadap program ketahanan pangan, percepatan penurunan stunting, pembagian bantuan serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan program tersebut. Unsur kader masyarakat, kelompok PKK dan berbagai kelompok masyarakat dilibatkan dalam pelaksanaan maupun pemanfaatan program.
Bukan Sekadar Membangun Infrastruktur
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP yang sambutannya disampaikan Kasdam, Brigjen TNI Rudi Hermawan, S.E., M.M menegaskan, ukuran keberhasilan TMMD tidak semata-mata dilihat dari banyaknya infrastruktur yang selesai dibangun.
Menurutnya, nilai strategis TMMD justru terletak pada terbentuknya kemanunggalan TNI dengan rakyat serta kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat.
"Yang paling penting dari seluruh kegiatan tersebut bukan hanya pembangunannya, bukan hanya hasil pembangunannya, namun ada nilai yang jauh lebih besar, yaitu kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terbangun selama kegiatan berlangsung."
Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, instansi terkait, tokoh masyarakat dan seluruh warga yang ikut mendukung pelaksanaan TMMD.
Berbagai kegiatan fisik dan nonfisik, kata dia, diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat. Program ketahanan pangan, pembangunan fasilitas dasar, kegiatan lingkungan, tempat ibadah, penyuluhan serta dukungan terhadap percepatan penurunan stunting menjadi bagian dari upaya tersebut.
Namun, ia juga mengakui masih terdapat keterbatasan selama pelaksanaan program.
Karena itu, masyarakat diminta menjaga dan merawat seluruh hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
"Jaga dan rawatlah hasil pembangunan yang telah dikerjakan bersama. Manfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat."
Pesan tersebut menjadi penting karena keberlanjutan pembangunan tidak dapat sepenuhnya bergantung pada program temporer. Setelah personel TMMD meninggalkan lokasi, tanggung jawab pemeliharaan dan pengembangan hasil pembangunan kembali menjadi tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat.
Wakil Bupati: Program Jangan Berhenti di TMMD
Wakil Bupati Pelalawan Husni Tamrin yang menghadiri penutupan TMMD ke-129 menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Pelalawan.
Ia berharap pola kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut, bahkan tidak berhenti setelah program TMMD selesai.
Husni menilai kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut masih cukup besar, terutama terkait akses jalan dan konektivitas antarwilayah.
Ia juga menyampaikan harapan agar pembangunan akses di kawasan tersebut dapat diperluas sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat di desa-desa lainnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa TMMD telah membuka persoalan yang lebih besar: infrastruktur dasar di sejumlah wilayah Pelalawan masih membutuhkan intervensi berkelanjutan.
Dengan demikian, TMMD semestinya tidak hanya dipandang sebagai program pembangunan sesaat, melainkan dapat menjadi pemantik bagi pemerintah daerah untuk menyusun agenda pembangunan lanjutan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.
Dari Jalan Sulit Dilalui hingga Akses yang Mulai Terbuka
Pj Kepala Desa Pangkalan Terap Ali Mursidin mengungkapkan, salah satu manfaat paling dirasakan masyarakat adalah peningkatan aksesibilitas.
Sebelum pelaksanaan TMMD, badan jalan sebenarnya sudah tersedia. Namun, kondisi jalan belum memungkinkan masyarakat melintas secara normal, khususnya ketika hujan.
Kondisi tersebut membuat kendaraan roda dua kesulitan melintas dan masyarakat masih sangat bergantung pada jalur sungai untuk mobilitas sehari-hari.
"Pada saat hujan, jalan tidak bisa dilewati sepeda motor. Dengan adanya kegiatan perbaikan badan jalan dan pembukaan akses, mudah-mudahan permasalahan aksesibilitas masyarakat ke depan dapat berubah dan menjadi lebih lancar."
Ali menyebut pembangunan akses tersebut sangat berarti bagi masyarakat Pangkalan Terap. Tidak hanya untuk aktivitas ekonomi, tetapi juga mobilitas sosial dan kegiatan keagamaan masyarakat.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI dapat terus dilanjutkan di desa-desa lainnya.
TMMD Berakhir, Pekerjaan Rumah Belum Selesai
Penutupan TMMD ke-129 di Pangkalan Terap pada akhirnya bukan hanya tentang selesainya sejumlah target pembangunan.
Di balik capaian 100 persen beberapa sasaran fisik, masih terdapat pekerjaan rumah yang lebih besar: bagaimana memastikan akses yang telah dibuka dapat dipelihara, bagaimana pembangunan dapat diperluas ke wilayah lain, dan bagaimana program tersebut memberikan dampak ekonomi serta sosial yang berkelanjutan.
Serah terima hasil kegiatan TMMD dari satuan tugas kepada pemerintah desa menjadi simbol bahwa pembangunan berikutnya bukan lagi semata-mata tugas TNI.
TMMD boleh berakhir, tetapi kebutuhan masyarakat tidak berhenti ketika upacara penutupan selesai.
Karena itu, tantangan berikutnya berada di tangan pemerintah daerah bersama masyarakat: memastikan hasil pembangunan tidak menjadi sekadar monumen program, melainkan benar-benar menjadi infrastruktur yang hidup, terawat, dan meningkatkan kualitas hidup warga.
Penutupan TMMD ke-129 di Desa Pangkalan Terap pun dapat dibaca sebagai awal dari agenda yang lebih besar—mengubah akses yang mulai terbuka menjadi konektivitas, mengubah pembangunan fisik menjadi kesejahteraan, dan mengubah gotong royong menjadi kebijakan pembangunan yang berkelanjutan.