
(Sumber foto: Humas Polres Pelalawan).
GARDAPOS.COM, PELALAWAN – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pantai Ogis di Kecamatan Teluk Meranti menjadi panggung penguatan nasionalisme melalui aksi nyata. Polda Riau bersama Polres Pelalawan menggelar Ekspedisi Merah Putih Presisi bertema "Merajut Kebersamaan Menjaga Keberlanjutan", yang memadukan semangat kebangsaan, pelestarian lingkungan, dan dialog langsung dengan masyarakat pesisir, Selasa (4/8/2026).
Program tersebut menjadi representasi pendekatan komunikasi publik Polri yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan, merawat persatuan, dan mencintai Tanah Air merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan berbangsa.
Dipusatkan di Pantai Ogis, Desa Teluk Meranti, kegiatan ini menjadi simbol kepedulian terhadap kawasan pesisir yang menghadapi ancaman abrasi. Melalui penanaman mangrove, Polri mengajak masyarakat menjadikan pelestarian alam sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai kebangsaan.
Kegiatan dihadiri Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Ade Kuncoro, S.I.K., M.H., bersama sejumlah pejabat utama Polda Riau, Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K., Wakapolres Kompol Asep Rahmat, Bupati Pelalawan H. Zukri, S.M., M.M., unsur Forkopimcam, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala desa, serta para pelajar SMAN 1 Teluk Meranti.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Pawai Ekspedisi Merah Putih, doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan Mars Ekspedisi Merah Putih sebagai simbol penguatan identitas nasional. Momentum tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada tokoh masyarakat, pembagian Bendera Merah Putih kepada warga, bantuan dua unit sepeda motor untuk mendukung kesiapsiagaan Polsek Kuala Kampar dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), empat unit mesin ketinting, serta bantuan sembako bagi masyarakat pesisir.
Puncak kegiatan ditandai dengan penanaman bibit Mangrove Merah Putih secara simbolis oleh jajaran Polda Riau bersama pemerintah daerah dan masyarakat.
Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro, menegaskan bahwa penanaman mangrove merupakan implementasi nyata program Green Policing, yang tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian pesisir dari ancaman abrasi, tetapi juga melindungi habitat biota laut sekaligus meningkatkan kemampuan alam dalam menyerap emisi karbon.
"Kami hadir bukan hanya menanam pohon, tetapi juga menghadirkan solusi dan bantuan nyata agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polri," ujarnya.
Yang menarik, kegiatan ini tidak berhenti pada aksi seremonial. Dialog terbuka bersama masyarakat menjadi ruang komunikasi dua arah untuk menyerap aspirasi sekaligus membangun kesadaran hukum.
Ketua Masyarakat Peduli Api (MPA) Teluk Meranti, Marlizar, mengangkat persoalan maraknya praktik penangkapan ikan menggunakan aliran listrik yang diduga dilakukan oleh oknum dari desa tetangga. Menanggapi hal tersebut, Dir Reskrimsus menegaskan bahwa praktik illegal fishing menggunakan setrum merupakan pelanggaran Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan karena merusak ekosistem perairan dan membahayakan keselamatan. Masyarakat pun diimbau segera melapor apabila menemukan praktik serupa.
Sementara itu, suasana dialog semakin hidup ketika seorang siswi SMAN 1 Teluk Meranti, Fitri Rahmadani, bertanya mengenai cara menunjukkan kecintaan kepada Indonesia selain melalui kegiatan menanam mangrove.
Menjawab pertanyaan tersebut, Kombes Pol Ade Kuncoro menekankan bahwa rasa cinta kepada bangsa dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan sederhana namun bermakna, salah satunya mengibarkan Bendera Merah Putih selama bulan kemerdekaan serta menjaga persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat. Sebagai bagian dari gerakan nasionalisme tersebut, Polda Riau juga membagikan 1.000 Bendera Merah Putih kepada masyarakat untuk dikibarkan hingga 31 Agustus 2026.
Bupati Pelalawan H. Zukri menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polda Riau yang dinilai mampu menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat sekaligus membangun kesadaran kolektif menjaga lingkungan.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan. Semoga sinergi antara Pemerintah Daerah dan Polri terus terjalin demi kesejahteraan masyarakat pesisir," ujarnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh antusiasme. Lebih dari sekadar peringatan HUT Kemerdekaan, Ekspedisi Merah Putih Presisi menjadi pesan kuat bahwa nasionalisme tidak hanya diwujudkan melalui simbol dan upacara, tetapi juga melalui aksi menjaga lingkungan, kepedulian sosial, penegakan hukum, serta membangun ruang dialog yang memperkuat hubungan antara negara dan masyarakat.
Di Pantai Ogis, Merah Putih tidak sekadar berkibar. Ia hadir sebagai simbol persatuan, kepedulian terhadap alam, dan komitmen bersama menjaga Indonesia dari garis terdepan hingga pesisir negeri.