
GARDAPOS.COM, SUMEDANG – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada kualitas aparatur pemerintahan. Di hadapan para Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan 2026, Presiden mengingatkan bahwa setiap keputusan birokrasi akan menentukan tingkat kepercayaan rakyat terhadap negara.
Pesan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan amanat pada Pelantikan Pamong Praja Muda IPDN Tahun 2026 di Kampus IPDN, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).
Dalam pidatonya, Presiden menekankan bahwa seorang pamong praja bukan sekadar pejabat administrasi, melainkan representasi negara yang setiap tindakannya akan dinilai langsung oleh masyarakat.
"Dari keputusan-keputusan saudara, rakyat akan menilai apakah negara layak dipercaya atau tidak. Kalau saudara bekerja dengan baik, rakyat akan semakin percaya dan semakin cinta kepada negaranya. Tapi kalau saudara mengecewakan rakyat, yang rusak bukan hanya nama saudara, melainkan kepercayaan rakyat kepada negara," tegas Presiden.
Birokrasi Menjadi Penentu Kekuatan Negara
Presiden mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara besar dengan potensi sumber daya alam yang melimpah. Kekayaan tersebut, menurutnya, sejak ratusan tahun lalu menjadi alasan bangsa-bangsa asing datang untuk menguasai Nusantara.
Ia menilai sejarah kolonialisme menunjukkan bahwa kekuatan asing tidak hanya memanfaatkan sumber daya alam, tetapi juga menerapkan strategi divide et impera atau politik pecah belah untuk melemahkan persatuan bangsa.
"Bangsa kita pernah diadu domba berdasarkan suku, agama, ras, etnis, hingga golongan. Karena itu persatuan nasional harus terus dijaga," ujar Presiden.
Dalam konteks itu, Presiden menegaskan bahwa Indonesia memerlukan pemerintahan yang kuat, efisien, disiplin, berintegritas, serta bebas dari praktik korupsi.
Menurutnya, sejarah membuktikan bahwa negara yang memiliki birokrasi bersih dan berpihak kepada rakyat akan mampu mencapai kemakmuran dan kesejahteraan.
Indonesia Harus Berdiri di Atas Kaki Sendiri
Presiden juga memaparkan visi besar pembangunan nasional, yakni menjadikan Indonesia sebagai negara maju, modern, mandiri, dan memiliki daya saing global tanpa bergantung kepada bangsa lain.
Ia menegaskan bahwa pembangunan harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat melalui pelayanan publik yang berkualitas, akses pendidikan, layanan kesehatan, kesempatan kerja, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
"Kita ingin setiap warga negara hidup sejahtera, tidak ada yang lapar, tidak ada anak yang tidak bisa sekolah, tidak ada masyarakat yang tidak mendapatkan pelayanan rumah sakit ketika membutuhkan, dan tidak ada rakyat yang hidup tanpa rumah yang layak," ujar Presiden.
Pamong Praja Muda Disiapkan Menjadi Pemimpin Indonesia
Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan optimisme terhadap masa depan Indonesia yang diproyeksikan menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia dalam dua dekade mendatang.
Ia mengingatkan bahwa para lulusan IPDN yang dilantik hari itu akan menjadi generasi birokrasi yang memimpin Indonesia ketika proyeksi tersebut mulai terwujud.
"Sebagian dari saudara kelak akan menjadi gubernur, bupati, wali kota, bahkan mungkin berdiri di podium ini. Masa depan republik ini ada di tangan saudara," kata Presiden.
Karena itu, ia meminta para pamong praja muda membangun karakter kepemimpinan yang mengutamakan pengabdian, integritas, dan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Birokrasi Tidak Boleh Berbelit-belit
Presiden juga mengkritisi praktik birokrasi yang lamban dan tidak responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, kebijakan pemerintah yang baik tidak akan memberikan manfaat apabila tidak dijalankan secara efektif di lapangan.
Ia meminta para pamong praja menjadi aparatur yang hadir ketika masyarakat menghadapi kesulitan, bukan sekadar menjalankan administrasi pemerintahan.
"Rakyat tidak membutuhkan birokrasi yang berbelit-belit. Saudara harus menjadi pelita harapan, menjadi pemimpin yang hadir ketika masyarakat membutuhkan," tegasnya.
Presiden turut memberikan apresiasi kepada para Pamong Praja Muda Angkatan 2026 yang sebelumnya diterjunkan selama satu bulan membantu penanganan bencana di Aceh. Pengalaman tersebut dinilai sebagai bagian penting dalam membentuk karakter kepemimpinan yang tangguh dan berorientasi pada pelayanan publik.
Membangun Birokrasi sebagai Pilar Indonesia Emas
Pidato Presiden dalam pelantikan Pamong Praja Muda IPDN 2026 memperlihatkan bahwa reformasi birokrasi tetap ditempatkan sebagai salah satu fondasi utama menuju visi Indonesia Emas 2045. Pesan yang disampaikan tidak hanya berisi ajakan meningkatkan disiplin aparatur, tetapi juga menekankan pentingnya membangun kembali kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Penekanan pada integritas, pelayanan publik, pemberantasan korupsi, serta birokrasi yang cepat dan berpihak kepada rakyat menunjukkan bahwa pemerintah memandang aparatur sipil sebagai ujung tombak keberhasilan pembangunan nasional. Di tengah tantangan global dan persaingan antarnegara, birokrasi yang profesional diposisikan sebagai instrumen strategis untuk menjaga persatuan nasional, memperkuat kedaulatan negara, dan memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.