16.500 Warga Padati Halaman Kantor Bupati, Pelalawan Sambut 1 Muharram dengan Lautan Obor dan 5,5 Ton Ikan Bakar

Selasa, 16 Juni 2026

(Sumber foto: Humas Polres Pelalawan).

GARDAPOS.COM, PELALAWAN – Senja baru saja turun ketika ribuan titik cahaya mulai bergerak perlahan dari halaman Kantor Bupati Pelalawan, Senin (15/6/2026). Obor-obor yang digenggam warga menyala serempak, membentuk lautan cahaya yang membelah malam. Di tengah lantunan zikir dan shalawat, sekitar 16.500 masyarakat tumpah ruah memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Malam itu, Pelalawan tidak hanya merayakan pergantian tahun dalam kalender Islam. Ia menjadi ruang perjumpaan antara ulama, umara, aparat negara, dan masyarakat dalam satu semangat yang sama: hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

Perayaan yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Pelalawan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pelalawan H. Zukri Misran, S.M., M.M., didampingi Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K. Hadir pula Asisten I Setda Provinsi Riau Zulkifli Syukur, M.A., M.Si., dai nasional Ustaz Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D., Prof. Dr. Ir. H. Tengku Dahril, M.Sc., Dandim 0313/KPR Letkol Czi. Satryadi Prabowo, Kajari Pelalawan Dr. Eka Nugroho, S.H., M.H., Wakil Bupati H. Husni Tamrin, S.H., Sekda T. Zulfan, S.E., para kepala OPD, tokoh agama, tokoh adat, dan unsur masyarakat lainnya.

Acara diawali dengan pemukulan bedug sebagai penanda dimulainya peringatan Tahun Baru Islam, dilanjutkan dengan Shalat Magrib berjamaah dan Tabligh Akbar yang menghadirkan Ustaz Abdul Somad.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Abdul Somad mengajak masyarakat menjadikan 1 Muharram sebagai momentum introspeksi diri dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

"Muharram adalah momentum muhasabah dan hijrah. Mari berpindah dari kebiasaan buruk menuju ketaatan. Perbanyak amalan saleh seperti puasa Asyura, membaca Al-Qur'an, dan menyantuni anak yatim. Jadikan tahun baru ini sebagai titik tolak memperbaiki ibadah dan akhlak demi meraih ridha Allah SWT," ujar UAS di hadapan ribuan jamaah.

Pesan serupa disampaikan Bupati Pelalawan H. Zukri Misran. Menurutnya, peringatan Tahun Baru Islam menjadi bukti kuatnya nilai-nilai religius dan kebersamaan yang hidup di tengah masyarakat Pelalawan.

"Perayaan ini menunjukkan bahwa Pelalawan adalah daerah yang rukun, toleran, dan kuat dalam kebersamaan. Mari sambut 1448 Hijriah dengan semangat bekerja, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta bergotong royong membangun daerah," kata Zukri.

Usai Shalat Isya berjamaah, ribuan peserta bergerak mengikuti Pawai Obor yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. Dua rute disiapkan panitia untuk mengakomodasi antusiasme masyarakat. Cahaya obor yang membentang sepanjang jalan menjadi simbol hijrah dari kegelapan menuju terang, dari keburukan menuju kebaikan.

Tak hanya itu, kemeriahan malam Muharram juga diwarnai Festival Bakar Ikan yang menghadirkan sekitar 5.500 kilogram ikan atau setara 16.500 porsi. Di kawasan Tugu Bono, puluhan titik pembakaran dikelola oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Masyarakat yang telah menerima kupon menikmati hidangan secara bersama-sama di sepanjang ruas jalan. Tidak ada sekat jabatan maupun status sosial. ASN, aparat, tokoh masyarakat, hingga warga duduk dan menikmati santapan yang sama dalam suasana penuh keakraban.

Pemandangan tersebut menjadi simbol nyata semangat kebersamaan yang ingin dibangun dalam peringatan Tahun Baru Islam. Bahwa perubahan besar tidak selalu dimulai dari langkah yang besar, melainkan dari niat baik yang diwujudkan dalam tindakan nyata.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 22.00 WIB dalam suasana aman, tertib, dan kondusif. Dengan semangat "Melindungi Tuah, Menjaga Marwah", Pemerintah Kabupaten Pelalawan bersama Polri dan seluruh unsur terkait memastikan setiap syiar Islam berlangsung dengan khidmat, sekaligus memperkuat persatuan masyarakat menuju Pelalawan yang damai, religius, dan penuh keberkahan di tahun 1448 Hijriah.