
Foto: Plt. Kadisdik Pelalawan, Leonardo (Sumber foto: Joe)
GARDAPOS.COM, PANGKALAN KERINCI – Kondisi SD Negeri 013 Pangkalan Kerinci Timur yang belakangan menjadi sorotan publik akhirnya mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Kabupaten Pelalawan. Plt Kepala Dinas Pendidikan Pelalawan, Leo Nardo, turun meninjau sekolah tersebut pada Rabu (10/6/2026) menyusul viralnya pemberitaan mengenai keterbatasan ruang belajar yang dialami sekolah itu.
Dalam kunjungannya, Leo Nardo menjelaskan bahwa persoalan yang dihadapi SDN 013 bukanlah masalah baru. Keterbatasan ruang belajar telah berlangsung selama beberapa tahun seiring meningkatnya jumlah peserta didik yang ingin bersekolah di sana.
Menurutnya, sejak tahun 2022 SDN 013 menjadi salah satu sekolah yang banyak diminati masyarakat. Tingginya kepercayaan orang tua terhadap kualitas pendidikan di sekolah tersebut menyebabkan jumlah siswa terus bertambah, sementara kapasitas ruang belajar tidak mengalami penambahan yang signifikan.
"Minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SDN 013 cukup tinggi. Sementara kondisi lahan dan bangunan yang tersedia belum memungkinkan untuk memenuhi seluruh kebutuhan ruang belajar," ujar Leo Nardo.
Ia mengungkapkan, Dinas Pendidikan sebenarnya telah berupaya mencari solusi melalui rencana perluasan lahan sekolah. Namun upaya tersebut berulang kali terkendala persoalan status kepemilikan dan harga tanah di sekitar lingkungan sekolah.
"Kami sudah beberapa kali menganggarkan kegiatan terkait pembebasan maupun pengadaan lahan. Bahkan sejak 2022 hingga 2024 berbagai upaya telah dilakukan. Namun terdapat kendala administratif dan persoalan kepemilikan lahan yang menyebabkan proses tersebut belum dapat diselesaikan," jelasnya.
Selain itu, hasil survei yang dilakukan pemerintah menunjukkan harga tanah di sekitar sekolah relatif tinggi dan tidak sesuai dengan ketentuan nilai yang dapat diakomodasi dalam mekanisme pengadaan pemerintah daerah.
"Kami sudah melihat beberapa alternatif lahan. Namun harga yang ditawarkan berada di atas kemampuan yang dapat diproses sesuai regulasi. Ini menjadi salah satu kendala utama," katanya.
Meski demikian, Leo Nardo memastikan Pemerintah Kabupaten Pelalawan tidak akan membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut. Dinas Pendidikan akan terus mencari berbagai alternatif penyelesaian agar kebutuhan ruang belajar siswa dapat terpenuhi.
Ia juga menyebutkan bahwa kebijakan pemerintah pusat yang tidak lagi memperbolehkan sistem pembelajaran double shift maupun triple shift membuat pemerintah daerah harus segera menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mengatasi keterbatasan ruang belajar.
"Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak sekolah, pemerintah provinsi, BPMP Provinsi Riau dan tokoh masyarakat, serta berbagai pihak terkait untuk mencari solusi terbaik dan berupaya untuk mendapatkan Program Revitalisasi dari Kemendikdasmen bagi sekolah yang daoble shift bisa kita dapatkan supaya Kebutuhan ruang belajar bagi anak-anak di SDN 013 tetap menjadi perhatian kami," tegas Leo Nardo.
Pemerintah berharap upaya yang tengah disiapkan dapat segera terealisasi sehingga aktivitas belajar mengajar di SDN 013 Pangkalan Kerinci Timur dapat berlangsung lebih nyaman, efektif, dan sesuai dengan standar pelayanan pendidikan yang diharapkan masyarakat.