
(Sumber foto: Tangkapanlayar, net, Istimewa)
GARDAPOS.COM,PEKANBARU – Dugaan keterlibatan seorang selebgram Pekanbaru bersama anak pejabat di Kabupaten Pelalawan dalam kasus penyalahgunaan narkoba memicu perhatian publik setelah informasi penggerebekan di salah satu club malam di Pekanbaru viral di media sosial, Ahad (24/5/2026) malam.
Informasi yang beredar menyebutkan, razia dilakukan aparat Satresnarkoba Polresta Pekanbaru di lokasi hiburan malam tersebut. Dalam operasi itu, sejumlah pengunjung diduga diamankan, termasuk seorang selebgram yang dikenal aktif di media sosial serta seorang pria yang disebut-sebut merupakan anak pejabat penting di Kabupaten Pelalawan.

Beredarnya foto dan video dari lokasi kejadian langsung memantik reaksi publik. Tidak sedikit warganet mempertanyakan sejauh mana penanganan kasus tersebut dilakukan secara terbuka dan profesional, terlebih muncul isu adanya upaya meredam identitas pihak tertentu agar tidak mencuat ke ruang publik.
Dilansir dari media lokal Persada Riau, selebgram tersebut terlihat duduk berdekatan dengan sosok pria yang disebut sebagai pengusaha muda sekaligus anak pejabat di Pelalawan saat razia berlangsung.
Namun hingga Senin (25/5/2026), pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait identitas, status hukum, maupun hasil pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga diamankan dalam operasi tersebut.
Upaya konfirmasi kepada Humas Polda Riau juga belum memperoleh tanggapan. Sementara ayah dari pria yang disebut sebagai anak pejabat tersebut dikabarkan belum memberikan jawaban saat dimintai konfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Kasus ini berkembang menjadi sorotan publik karena muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap peredaran narkoba di Riau. Sejumlah pihak menilai aparat penegak hukum perlu membuka penanganan kasus secara transparan untuk menghindari spekulasi adanya perlakuan berbeda terhadap pihak-pihak tertentu yang memiliki latar belakang kekuasaan atau pengaruh.
Di media sosial, perbincangan mengenai kasus tersebut terus meluas. Publik menuntut kepastian apakah seluruh pihak yang terjaring razia benar-benar diproses sesuai hukum tanpa pengecualian.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari kepolisian terkait jumlah orang yang diamankan, barang bukti yang ditemukan, maupun status hukum para pihak yang disebut terlibat. (gpc)