
(Ist).
GARDAPOS.COM, PANGKALAN KERINCI — Puskesmas Pangkalan Kerinci II pada Rabu 29 April 2026, kepada awak media memberikan klarifikasi resmi terkait informasi yang beredar di masyarakat mengenai pelayanan terhadap seorang pasien balita yang sebelumnya disebut tidak mendapatkan penanganan optimal.
Dalam keterangan persnya, pihak Puskesmas menegaskan bahwa penanganan medis yang diberikan telah sesuai dengan standar dan pedoman yang berlaku, khususnya mengacu pada Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS).
Dijelaskan, pada kunjungan awal, balita tersebut datang dengan keluhan batuk tanpa disertai demam maupun tanda bahaya lainnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pasien diklasifikasikan mengalami batuk pilek ringan atau bukan pneumonia. Oleh karena itu, tenaga kesehatan memberikan terapi suportif serta anjuran perawatan di rumah, termasuk pemberian cairan seperti jus buah untuk membantu pemulihan.
“Penatalaksanaan awal sudah sesuai dengan pedoman MTBS berdasarkan kondisi klinis saat itu,” demikian disampaikan dalam rilis resmi Puskesmas.
Lebih lanjut, pada hari ketiga setelah kunjungan pertama, tim dokter klaster anak dari Puskesmas melakukan kunjungan rumah (home visit) sebagai bagian dari pemantauan aktif. Dari hasil pemeriksaan lanjutan, kondisi pasien dilaporkan dalam keadaan baik, sadar, aktif, serta menunjukkan perbaikan pada keluhan batuk.
Namun demikian, dari penelusuran riwayat penyakit, diketahui bahwa sehari setelah kunjungan awal, pasien mengalami ruam kemerahan yang secara medis mengarah pada dugaan campak (morbili). Kondisi ini disebut sebagai bagian dari perjalanan alami infeksi virus.
Dalam kunjungan tersebut, tenaga kesehatan juga memberikan terapi tambahan berupa vitamin A sesuai pedoman Kementerian Kesehatan dan WHO, serta edukasi kepada keluarga mengenai tanda bahaya dan langkah perawatan di rumah.
Pihak Puskesmas juga mengungkapkan bahwa sebelumnya pasien sempat mendapatkan obat batuk dari fasilitas kesehatan lain. Hal ini turut menjadi bagian dari evaluasi dalam penanganan lanjutan.
Selama proses kunjungan rumah, keluarga pasien disebut bersikap kooperatif dan menerima penjelasan dari tim medis dengan baik.
Menutup klarifikasinya, Puskesmas Pangkalan Kerinci II mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat juga diharapkan dapat langsung mengonfirmasi ke pihak Puskesmas untuk mendapatkan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.**