
Penobatan Datuk Raja/('Rajo') Bilang Bungsu kepada HM. Rojuli, S.Sos, Kamis (23/4) di Rumah Singgah Datuk Engku Raja Lela Putra, Langgam.
GARDAPOS.COM, LANGGAM - Prosesi penobatan Datuk Rajo Bilang Bungsu kepada HM. Rojuli, S.Sos terlaksana dengan baik dan penuh khidmat dengan menjunjung tinggi tata cara adat serta marwah adat Melayu Kerajaan Pelalawan yang berdiri tegak di atas dukungan masyarakat, Kamis (23/4/2026) di Rumah Singgah Wazir Tengku Besar Kerajaan Pelalawan, Datuk Engku Raja Lela Putra Pucuk segala Batin dan Penghulu-Penghulu di wilayah Kerajaan Adat Pelalawan, Langgam.
Ironis memang, dengan ketidakhadiran Bupati serta perangkat Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan atau yang mewakili telah diundang panitia tidak mengurangi kekhidmatan acara serta antusiasme tokoh adat, alim ulama, dan masyarakat yang hadir. Salah satu tokoh masyarakat Pelalawan yang hadir adalah HM. Harris mantan Bupati Pelalawan pada masanya.
Acara penobatan Datuk Rajo Bilang Bungsu, dalam tatanan adat kerajaan Pelalawan adalah Orang Besar Datuk Engku Raja Lela Putra ini menjadi momen penting dalam kemajuan perkembangan adat istiadat di wilayah adat kerajaan Pelalawan di kecamatan langgam.
"Penobatan dilakukan oleh Datuk Engku Raja Lela Putra, Wan Ahmat selaku Wazir Tengku Besar Kerajaan Pelalawan, yang dikenal sebagai penjaga marwah dan tradisi adat kerajaan pelalawan."
Prosesi ini turut didampingi oleh unsur Kesultanan Pelalawan serta para tokoh adat dan masyarakat. Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Datuk Bendahara Kesultanan Pelalawan Tengku Zulmizan Farinja Assagaff, Panglima Besar LAMR Kabupaten Pelalawan Datuk H. Tarmizi Maskar, Penghulu Serapung, serta Ketua LAMR Pesisir Tengku Kespandiar.
"Ratusan warga dan pemangku adat tampak menyaksikan langsung prosesi sakral ini, mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan, gotong royong, serta kecintaan masyarakat terhadap adat istiadat yang diwariskan turun-temurun."
Dalam sambutannya, Tengku Zulmizan Farinja Assagaff menyampaikan bahwa dirinya hadir mewakili Kesultanan Pelalawan setelah menerima titah langsung dari Sultan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Sultan yang tidak dapat hadir karena kondisi kesehatan. “Titah pertama, saya diminta menghadap Sultan untuk memohon restu pelantikan ini. Titah kedua, saya diminta hadir langsung dalam prosesi penobatan ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penobatan Datuk Rajo Bilang Bungsu ini merupakan bagian dari rangkaian adat “togak tonggol”, menyusul wafatnya datuk sebelumnya hampir satu tahun lalu. Dengan demikian, kekosongan kepemimpinan adat kini telah terisi kembali.
Menurutnya, Datuk Rajo Bilang Bungsu memiliki peran penting sebagai pembuka adat dan penjaga nilai-nilai luhur dalam tatanan masyarakat adat kerajaan pelalawan. Sosok ini juga menjadi penghubung antara masyarakat dengan Kesultanan dalam menjaga kesinambungan adat. “Terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya Datuk Engku Raja Lela Putra dan jajaran Kesultanan yang telah menghidupkan kembali adat istiadat di negeri ini,” pungkasnya.
Ia pun berpesan kepada Datuk Rajo Bilang Bungsu, HM Rojuli agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menjaga wibawa sebagai pemangku adat.
“Jadilah pemimpin adat yang memiliki tahta dan wibawa di tengah masyarakat. Yang keruh dijernihkan, yang kusut diluruskan,” tutupnya.
Penobatan ini tidak hanya menjadi seremoni adat semata, tetapi juga simbol kuatnya komitmen masyarakat Pelalawan dalam menjaga warisan budaya dan memperkuat identitas adat di tengah perkembangan zaman.**