
Gajah Sumatera mati dibunuh di kawasan lindung areal konsesi hutan tanaman industri PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di sektor Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau. (Sumber Foto: Humas Polres Pelalawan)
GARDAPOS.COM, PELALAWAN - Masih terkait perkembangan kasus pembunuhan gajah mati di lokasi konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) sektor Ukui, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau diperkirakan sejak awal kejadian diketahui informasi pembunuhan gajah oleh media telah mati 5-7 hari lamanya sebelum adanya keluar pernyataan resmi pihak aparat penegak hukum ke publik.
Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad kepada rekan media, Selasa (10/2) menyatakan, bahwa pihak kepolisian saat ini sudah melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang telah diminta keterangan berasal dari perusahaan dan masyarakat umum. Rinciannya, ada 15 petugas keamanan (sekuriti) dan 3 karyawan PT RAPP, ungkapnya.
"Ada 26 orang telah diperiksa pihak kepolisian, terkait kasus pembunuhan gajah Sumatera yang berada didalam kawasan lindung areal konsesi hutan tanaman industri PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Kabupaten Pelalawan, Riau. Polisi bekerja sama dengan otoritas kehutanan terus menelisik dan memburu pelaku kejahatan terhadap satwa yang sangat dilindungi itu." katanya.
Ironisnya, tragedi kematian satwa langka jenis gajah sumatera (elephan maximus sumatranus) ini terjadi di saat pemerintahan Presiden Prabowo sedang menjalin kerjasama dan mendapat dukungan dari Raja Inggris Charles III dalam program konservasi gajah akan melibatkan WWF, dimana Raja Charles III ini merupakan pembinanya.
Keterangan gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang ditemukan dalam kondisi mati mengenaskan dengan kepala dipenggal di kawasan lindung Blok Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan diketahui adalah bagian dari wilayah jelajah gajah pada kantong habitat Tesso Tenggara. Informasi yang disampaikan pihak terkait kepada media dari hasil pemeriksaan kepolisian terhadap bangkai gajah berkelamin jantan dengan kepala terpenggal itu, ditemukan dalam posisi duduk dan kedua gadingnya hilang diduga diambil pelaku.
Lanjut disampaikan pihak polisi, bahwa pihaknya telah memeriksa 2 orang lain yakni seorang karyawan kontraktor dan satu orang masyarakat umum. Kemudian 6 orang sekuriti dari PT AA, karena posisi konsesi PT RAPP (APRIL Grup) dan PT AA (Sinar Mas Forestry) cukup berdekatan. Dua orang lain yang telah diperiksa yakni seorang karyawan kontraktor dan satu orang masyarakat umum. Jadi, saksi-saksi yang sudah diperiksa sebanyak 26 orang.
Kemudian tambahnya, dari Tim laboratorium forensik kepolisian juga menemukan 2 potongan logam proyektil peluru, mengindikasikan bahwa gajah tersebut dibunuh dengan cara yang keji ditembak dan dibantai dengan memenggal kepalanya, ungkap Kombes Pandra kepada media.*/gpc